Derby Milano untuk Leon Goretzka: Inter Unggul, Manuver Ausilio dan Sinyal dari Oaktree

Aroma Derby Milano tak hanya terasa di lapangan, tetapi juga di meja negosiasi jelang bursa transfer musim panas 2026.

Kali ini, dua raksasa kota mode, Inter Milan dan AC Milan, dikabarkan saling sikut demi mendapatkan tanda tangan gelandang Jerman, Leon Goretzka.

Gelandang milik Bayern Munich itu disebut telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan habis. Status bebas transfer menjadikannya salah satu “emas murni” di pasar, sosok berpengalaman dengan jam terbang tinggi di Liga Champions dan level internasional.

Kenapa Goretzka Jadi Rebutan?

Di usia matang sebagai gelandang modern, Goretzka menawarkan kombinasi fisik, teknik, dan pengalaman. Ia bukan sekadar box-to-box biasa, melainkan pemain dengan mentalitas juara, terbukti dari pengalamannya menembus fase-fase krusial kompetisi Eropa bersama Bayern.

Sebelumnya, Atletico Madrid sempat mencoba memboyongnya pada Januari lalu. Namun Goretzka menolak, memilih menunggu akhir musim untuk menentukan langkah berikutnya dengan status bebas transfer.

Milan Bergerak Lebih Dulu

Menurut laporan Tuttosport, AC Milan termasuk klub pertama yang menghubungi pihak Goretzka. Alasannya jelas: Rossoneri ingin meningkatkan “kapasitas Eropa” skuad mereka.

Di lini tengah, performa beberapa pemain dinilai belum sepenuhnya meyakinkan untuk mengarungi Liga Champions musim depan.

Goretzka dianggap profil ideal untuk memberi dimensi berbeda: tenaga, pengalaman, dan kepemimpinan di laga-laga besar.

Secara taktis, ia bisa melengkapi komposisi gelandang berpengalaman yang sudah ada, sekaligus menjadi pembeda dalam duel intens di kompetisi Eropa.

Inter di Posisi Terdepan? Peran Ausilio dan Restu Oaktree

Meski Milan bergerak cepat, Inter disebut berada di depan dalam perburuan Goretzka. Kuncinya ada pada manuver direktur olahraga mereka, Piero Ausilio, yang dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan agen yang menaungi Goretzka.

Menariknya, kebijakan pemilik Inter, Oaktree Capital Management, yang sebelumnya ketat terhadap pemain berusia di atas 30 tahun, disebut mulai lebih fleksibel. Jika pemain tersebut berada di level elite dan bisa memberi dampak instan, pengecualian sangat mungkin diberikan.

Bagi pelatih Cristian Chivu, Goretzka bisa menjadi fondasi penting dalam rencana transisi taktik ke 3-4-2-1.

Skema ini membutuhkan gelandang dinamis yang kuat dalam duel, mampu menyerang dan bertahan sama baiknya, profil yang sangat identik dengan Goretzka.

Meski tersedia secara gratis, Goretzka bukanlah opsi murah. Ia saat ini menerima sekitar 7 juta euro per musim plus bonus di Bayern, dan menginginkan paket finansial kompetitif termasuk signing bonus signifikan.

Selain Inter dan Milan, Napoli juga memantau situasi, sementara beberapa klub Premier League diyakini siap menawarkan gaji lebih tinggi.

Di sinilah ujian sebenarnya bagi dua klub Milan: apakah mereka sanggup bersaing secara finansial tanpa mengganggu keseimbangan neraca?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*