Eliminasi menyakitkan Inter Milan di tangan Bodo/Glimt dalam ajang Liga Champions UEFA menjadi titik balik penting.
Sorotan kini sepenuhnya tertuju pada bursa transfer musim panas mendatang yang diprediksi akan menghadirkan “mini revolusi” di tubuh Nerazzurri.
Jurnalis Italia, Alfio Musmarra mengungkap adanya perubahan signifikan dalam arah kebijakan pemilik klub, Oaktree.
Strategi yang sebelumnya berfokus hampir sepenuhnya pada perekrutan pemain muda disebut mulai dikaji ulang.
Oaktree Lakukan “Dietrofront”: Tak Lagi Hanya Rekrut Pemain Muda
Menurut Musmarra, manajemen Inter menyadari bahwa pendekatan terlalu konservatif dengan hanya mengincar talenta muda belum cukup untuk mengangkat level tim di panggung Eropa.
“Ada perubahan arah dari pihak pemilik terkait strategi di bursa transfer. Oaktree menyadari bahwa strategi mereka yang hanya berfokus pada pemain muda sepenuhnya ternyata keliru,” ujar Musmarra.
Ia mencontohkan bagaimana pengalaman dan kualitas pemain matang bisa memberikan dampak instan. Dalam konteks ini, dua nama top mulai masuk dalam radar serius klub:
- Leon Goretzka
- Curtis Jones
“Sebagai contoh: satu-satunya rekrutan yang benar-benar memberi dampak musim ini adalah Akanji. Itulah mengapa nama Goretzka menjadi bahan perbincangan, dan sedang ada pembahasan serius,”
Goretzka: Pengalaman dan Mentalitas Juara
Gelandang asal Jerman berusia 31 tahun itu dinilai masih mampu tampil di level tertinggi beberapa musim ke depan.
Pengalaman internasionalnya dianggap krusial untuk memperkuat mentalitas skuad Inter yang musim ini kerap goyah di momen penting.
Jika terealisasi, Goretzka bisa menjadi solusi instan untuk menambah kepemimpinan dan kualitas di lini tengah.
“Di usia 31 tahun, ia masih bisa menjamin beberapa musim di level tinggi dan memiliki pengalaman internasional,”
Curtis Jones: Opsi Lebih Muda, Lebih Ekonomis
Sementara itu, Curtis Jones sempat didekati pada Januari lalu. Dengan kontrak yang berlaku hingga 2027, secara finansial transfernya dinilai masih masuk akal. Ia menawarkan kombinasi usia produktif dan pengalaman bermain di level kompetitif.
Pendeknya, Inter kini membuka diri pada keseimbangan antara proyek jangka panjang dan kebutuhan instan.
“Kita juga akan kembali membicarakan Curtis Jones, yang sempat didekati pada Januari dan memiliki kontrak hingga 2027, sehingga secara ekonomi biayanya tidak terlalu besar,”
Mini Revolusi: Siapa yang di Ujung Siklus?
Musim panas nanti berpotensi menjadi momen perpisahan bagi sejumlah pemain senior yang dinilai telah memasuki akhir siklus:
- Francesco Acerbi
- Matteo Darmian
- Stefan de Vrij
Regenerasi di lini pertahanan menjadi salah satu agenda utama. Inter perlu menyegarkan struktur tim tanpa kehilangan keseimbangan.
“Jangan lupa, musim panas nanti Inter akan melakukan mini revolusi, karena banyak pemain yang sudah berada di akhir siklus: Acerbi, Darmian, dan saya pikir de Vrij juga berpotensi pergi,”
Situasi Calhanoglu dan Thuram: Antena Harus Tetap Tegak
Musmarra juga menyoroti dua nama penting lain:
Hakan Calhanoglu
Gelandang Turki itu disebut sulit tergantikan. Meski belum ada sinyal kuat kepergian, Inter tetap harus waspada terhadap potensi godaan dari klub lain.
Marcus Thuram
Performa Thuram yang menurun memicu spekulasi. Di usia 28 tahun dan berstatus pembelian gratis, ia bisa menjadi sumber capital gain besar jika dijual. Namun keputusan ini jelas tidak mudah karena menyangkut keseimbangan lini depan.
“Lalu kita lihat apa yang terjadi dengan Calha: kita harus tetap waspada. Saya berharap dia bertahan karena sangat sulit untuk digantikan. Kita juga harus waspada terhadap situasi Thuram, yang performanya menurun dan, di usia 28 tahun, masih bisa menghasilkan pemasukan besar mengingat ia datang dengan status bebas transfer,”
Barella: “Dengan Berat Hati Saya Mengatakannya…”
Nama paling sensitif yang disebut Musmarra adalah Nicolò Barella.
Gelandang andalan ini dianggap salah satu yang terbaik di dunia pada posisinya. Namun musim yang kurang stabil memicu diskusi internal. Musmarra menyampaikan kekhawatirannya dengan nada emosional:
Ia berharap fase sulit Barella hanya sementara dan bukan sinyal bahwa sang pemain merasa siklusnya di Inter telah berakhir.
Barella adalah simbol Inter modern. Jika masa depannya dipertanyakan, itu menunjukkan betapa besar perubahan yang mungkin terjadi.
“Nama lain yang perlu dipikirkan, dan saya mengatakannya dengan berat hati adalah Barella. Ia salah satu yang terbaik di dunia, tetapi sedang menjalani musim yang kurang beruntung. Saya berharap ini hanya fase sementara. Saya tidak ingin ia merasa siklusnya di Inter telah berakhir, tetapi saya ingin mendengarnya langsung darinya.”

Leave a Reply