Bek sayap kiri andalan Inter Milan, Federico Dimarco kembali menegaskan mentalitas kerja keras yang menjadi fondasi performa impresifnya musim ini.
Dalam wawancara bersama Sky Sport di sela-sela sebuah acara Adidas, sang pemain berbicara tentang konsistensi, ambisi meraih Scudetto, hingga target lolos ke Piala Dunia 2026 bersama Timnas Italia.
Pernyataan Dimarco datang di tengah persaingan ketat Serie A, saat Inter terus menjaga momentum dalam perburuan gelar.
Kerja Keras Adalah Kunci Konsistensi
Dimarco menegaskan bahwa tidak ada rahasia khusus di balik performa stabilnya bersama Nerazzurri.
“Saya selalu bekerja keras seperti biasanya. Ada musim di mana Anda tampil kurang maksimal, ada juga musim di mana Anda tampil luar biasa. Saya bahagia bisa membantu tim. Sederhana, kerja keras selalu terbayar,” ujar Dimarco.
Pernyataan ini menggambarkan karakter Dimarco sebagai pemain yang tak terjebak euforia ketika sedang di puncak performa, maupun larut dalam kritik saat performa menurun.
Filosofi sederhana tersebut justru menjadi kekuatan utama Inter musim ini: konsistensi, determinasi, dan kolektivitas.
Sebagai bek kiri modern, Dimarco bukan hanya solid dalam bertahan, tetapi juga produktif dalam membantu serangan lewat umpan silang akurat dan kontribusi gol penting.
Target Utama: Scudetto dan Piala Dunia
Ketika ditanya soal target musim ini, Dimarco menjawab lugas:
“Scudetto dan lolos ke Piala Dunia,”
Setelah tersingkir lebih awal dari Liga Champions, fokus Dimarco kini sepenuhnya tertuju pada Scudetto.
Dengan kedalaman skuad dan mentalitas juara yang semakin matang, Inter memang berada di jalur yang tepat untuk kembali mengangkat trofi Serie A.
Waspadai Genoa: Lawan Tak Bisa Diremehkan
Dimarco juga menyoroti calon lawan Inter berikutnya, yaitu Genoa pada pekan ke-27 Serie A. Ia menilai posisi klasemen Genoa tidak mencerminkan kualitas sebenarnya.
Menurutnya, Genoa memiliki pemain-pemain kuat dan organisasi tim yang solid. Mereka bahkan mampu meraih hasil positif di beberapa laga tandang sulit musim ini.
“Genoa berada di posisi klasemen yang tidak pantas mereka tempati, mereka memiliki pemain-pemain kuat dan tim yang solid. Mereka juga mampu meraih hasil positif di banyak laga tandang yang sulit. Kami harus siap menghadapi tim yang kuat.”
Komentar ini menunjukkan sikap profesional Inter: tidak meremehkan lawan, sekalipun secara peringkat lebih rendah. Dalam perburuan gelar, kehilangan poin di laga yang dianggap “mudah” justru bisa menjadi penentu kegagalan.

Leave a Reply