Musim ini (2025-26) menjadi periode yang tidak biasa bagi Nicolò Barella. Gelandang andalan Inter Milan tersebut tampil jauh di bawah standar yang selama ini membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik Serie A.
Kekalahan menyakitkan dari Bodo/Glimt di kandang sendiri yang berujung eliminasi dari Liga Champions menjadi titik terendah. Dalam laga tersebut, Barella yang dipercaya menjadi kapten karena absennya Lautaro Martinez tampak kesulitan menghadapi intensitas dan dinamika permainan wakil Norwegia tersebut.
Apakah ini hanya fase sementara? Atau tanda penurunan yang lebih serius?
Statistik Menurun Tajam: Alarm untuk Inter
Jika melihat angka-angka musim ini, penurunan Barella cukup mencolok:
- Hanya 1 gol di semua kompetisi
- Minim assist dibanding musim-musim sebelumnya
- Intensitas pressing dan kontribusi ofensif menurun
- Lebih sering kehilangan momentum dalam fase transisi
Satu-satunya golnya musim ini tercipta saat melawan Cremonese pada awal Oktober. Selebihnya, kontribusi ofensifnya relatif sunyi.
Biasanya Barella identik dengan:
- Energi tanpa henti
- Tekanan agresif
- Umpan vertikal progresif
- Determinasi tinggi di laga besar
Namun musim ini, elemen-elemen tersebut tidak konsisten terlihat.
Masalah Fisik atau Psikologis?
Ada beberapa kemungkinan penyebab penurunan performa:
1. Kelelahan Akumulatif
Barella hampir selalu menjadi starter dalam beberapa musim terakhir. Intensitas bermain di Serie A, Liga Champions, dan bersama tim nasional Italia bisa berdampak pada kondisi fisiknya.
2. Beban Taktis yang Berubah
Di bawah arahan Cristian Chivu, sistem permainan mengalami penyesuaian. Peran Barella mungkin tidak lagi sebebas sebelumnya, yang memengaruhi efektivitasnya.
3. Tekanan Mental
Sebagai salah satu simbol tim, ekspektasi terhadap Barella sangat tinggi. Ketika tim tampil inkonsisten, sorotan pertama hampir selalu tertuju padanya.
Suara Suporter Mulai Terdengar
Tak bisa dimungkiri, sebagian tifosi mulai menunjukkan rasa frustrasi. Meski Barella masih menjadi salah satu pemain paling dicintai publik Giuseppe Meazza, suara-suara yang meminta ia diistirahatkan mulai bermunculan.
Bahkan ada yang menilai siklusnya di Inter mulai memasuki fase akhir, sebuah penilaian yang mungkin terlalu prematur, tetapi mencerminkan tingginya ekspektasi.
Yang jelas, Barella sendiri adalah sosok kompetitif. Ia dikenal sebagai pemain yang tidak pernah lari dari tanggung jawab dan selalu ingin membuktikan diri.
Inter Butuh Barella Versi Terbaik
Dalam perburuan Scudetto musim ini, Inter sangat membutuhkan versi terbaik Barella. Tanpa dinamismenya di lini tengah, keseimbangan tim kerap terganggu.
Menariknya, Chivu sebelumnya berhasil menghidupkan kembali performa pemain yang sempat menurun, seperti Federico Dimarco. Jika pendekatan yang sama diterapkan kepada Barella, baik secara taktis maupun mental, kebangkitan bukan hal mustahil.

Leave a Reply