Komentar Hauge Jelang Inter vs Bodo/Glimt: “Senang Kembali ke San Siro, Banyak Milanisti Bahagia dengan Gol Saya”

Pertandingan krusial antara Inter Milan vs Bodo/Glimt di leg kedua play-off Liga Champions 2025-26 di San Siro semakin memanas.

Kali ini, sorotan tertuju pada Jens Petter Hauge, winger Bodo/Glimt yang memiliki kenangan spesial dengan stadion ikonik tersebut.

Dalam konferensi pers jelang laga, Hauge mengungkapkan emosinya kembali menginjakkan kaki di San Siro, stadion yang pernah menjadi rumahnya saat membela AC Milan.

“Milano Kota Spesial untuk Sepak Bola”

Hauge membuka konferensi pers dengan nada antusias:

“Senang bisa kembali ke sini, stadion yang istimewa dan kota yang spesial. Milano sangat spesial bagi siapa pun yang mengikuti sepak bola. Kami berharap bisa memainkan pertandingan yang epik,”

Bagi Hauge, San Siro bukan sekadar stadion. Ia pernah merasakan atmosfernya sebagai pemain Milan, dan kini kembali sebagai lawan Inter dalam laga berintensitas tinggi.

Target Lolos ke 16 Besar: Harus Lebih Baik dari Leg Pertama

Meski Bodo/Glimt unggul dari pertemuan sebelumnya, Hauge menegaskan timnya tak boleh lengah.

“Kami harus bermain lebih baik daripada saat di Bodo. Kami sudah menganalisis pertandingan itu untuk melakukan perbaikan,”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa wakil Norwegia tersebut tetap waspada terhadap potensi kebangkitan Inter di kandang sendiri.

Soal Lapangan Sintetis dan Tekanan San Siro

Menanggapi komentar pelatih Inter soal kesulitan bermain di lapangan sintetis Norwegia, Hauge memberikan jawaban diplomatis:

“Untungnya mereka tidak terbiasa dengan lapangan sintetis, tapi cedera bisa terjadi di lapangan mana pun,”

Ia juga menyadari tekanan besar yang akan diberikan Inter sejak menit awal:

“Inter akan melakukan segalanya untuk menang dan memberi tekanan besar sejak awal. Tapi kami juga tim yang berpengalaman. Tekanan itu tidak akan berlangsung sepanjang pertandingan,”

Atmosfer San Siro memang terkenal intimidatif, tetapi Hauge yakin timnya siap secara mental.

Rivalitas Inter-Milan dan Dukungan Milanisti

Sebagai mantan pemain Milan, Hauge tak bisa menghindari pertanyaan soal rivalitas kota.

“Memang ada rivalitas yang sangat kuat. Banyak suporter di stadion akan mendukung Inter, tapi yang tidak datang ke stadion mungkin akan mendukung Bodo/Glimt,”

Ia bahkan mengungkapkan bahwa banyak mantan rekan setimnya di Milan menghubunginya setelah ia mencetak gol ke gawang Inter.

“Saya masih berhubungan dengan banyak mantan rekan di AC Milan. Mereka senang ketika saya mencetak gol melawan Inter. Itu berarti banyak bagi para milanisti.”

Pernyataan ini tentu menambah bumbu emosional dalam duel klasik di kota mode tersebut.

Mentalitas Underdog yang Berbahaya

Ketika ditanya apakah Bodo/Glimt merasa sebagai underdog, Hauge menjawab realistis:

“Mereka punya tekanan, dan kami akan mencoba memanfaatkannya. Tapi kami juga punya tekanan.”

Bodo/Glimt mungkin tidak diunggulkan secara historis, tetapi performa mereka belakangan membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penggembira.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*