Akanji Terpukau Kaki Kiri Dimarco Usai Inter Bekuk Lecce 2-0: “Masuk 3 Terbaik!”

Kemenangan 2-0 atas Lecce di pekan ke-26 Serie A 2025-26 menjadi momen penting bagi Inter Milan dalam menjaga momentum di puncak klasemen Serie A.

Namun, di balik tiga poin krusial tersebut, sorotan tak hanya tertuju pada hasil akhir, melainkan juga pada kontribusi Dua pilar ini: Manuel Akanji dan Federico Dimarco.

Akanji yang dipinjam Inter dari Manchester City masuk dari bangku cadangan dan langsung mencetak gol kedua Nerazzurri.

Seusai laga, Akanji tanpa ragu melontarkan pujian setinggi langit kepada sang pemberi assist, Federico Dimarco.

Gol dari Skema Latihan, Bukti Detail Taktik Inter

Gol penutup Inter lahir dari situasi bola mati, sebuah skenario yang ternyata sudah dipersiapkan sehari sebelumnya dalam sesi latihan.

Umpan presisi Dimarco dari sepak pojok disambut tandukan keras Akanji yang tak mampu dihalau kiper Lecce.

“Kaki kirinya jelas masuk tiga terbaik dari semua pemain yang pernah bermain bersama saya. Saya tidak akan menyebut nama lain supaya tidak ada yang tersinggung,” ujar Akanji kepada DAZN sambil tersenyum.

Pujian tersebut bukan sekadar basa-basi. Sepanjang musim ini, Dimarco memang menjadi salah satu “raja assist” Inter berkat akurasi umpan silang, bola mati, dan visi bermainnya yang konsisten memecah pertahanan lawan.

Mentalitas Pemain Pengganti Jadi Kunci

Dalam laga yang berjalan ketat hingga menit ke-75, kontribusi pemain pengganti terbukti krusial. Akanji mengungkapkan bahwa dirinya dan Henrikh Mkhitaryan sudah berdiskusi di bangku cadangan soal pentingnya siap memberi dampak.

“Anda harus selalu siap, bahkan saat tidak menjadi starter. Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas kompetitif Inter musim ini—di mana kedalaman skuad menjadi pembeda saat laga menemui kebuntuan.

Bukan Dua Inter yang Berbeda

Kekalahan di Liga Champions sempat memunculkan narasi bahwa Inter tampil berbeda antara kompetisi domestik dan Liga Champions. Akanji menolak keras anggapan tersebut.

“Kami bukan dua tim yang berbeda. Kadang hasilnya bagus, kadang tidak. Tapi kami selalu berusaha maksimal. Sekarang kami akan mencoba membalikkan keadaan di laga berikutnya.”

Sikap ini menunjukkan fokus Inter untuk tetap solid secara mental, terlebih di fase krusial musim yang menentukan nasib mereka di berbagai kompetisi.

Dukungan untuk Bastoni

Akanji juga membela rekan setimnya, Alessandro Bastoni, yang sempat menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir.

“Dia melakukan apa yang menurutnya benar saat itu dan sudah meminta maaf. Hari ini dia merespons seperti pemain hebat.”

Pernyataan tersebut menegaskan soliditas ruang ganti Inter, di mana para pemain saling melindungi dan menjaga atmosfer positif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*