Massimo Moratti Sentil Juventus: “Jangan Merasa Jadi Korban, Sejarah Bicara Lain”

Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti membahas laga panas melawan Juventus, kontroversi aksi Alessandro Bastoni, hingga respons kubu Bianconeri yang dianggap berlebihan.

Dalam wawancaranya di Radio Anch’io Sport. Moratti menilai Juventus terlalu membesar-besarkan insiden dan memainkan narasi sebagai “korban” sepak bola Italia.

Soal Bastoni: “Diving Itu Mengganggu”

Moratti tidak sepenuhnya membela Bastoni. Ia mengakui bahwa aksi sang bek memang berlebihan.

“Diving itu mengganggu. Termasuk ketika pemain berpura-pura terkena pukulan di wajah padahal kena di dada,” ujar Moratti.

Inter Unggul 8 Poin, Scudetto di Depan Mata?

Saat ditanya soal peluang scudetto, Moratti memilih berhati-hati. Dengan keunggulan delapan poin atas rival sekota, AC Milan, Inter memang berada di jalur yang tepat.

“Menurut saya Inter sudah melakukan semua yang diperlukan,”

Ia memuji Cristian Chivu, yang dinilainya cerdas dan cepat memahami karakter pemain.

“Pergantian pelatih sempat menimbulkan keraguan, tetapi itu kini hilang karena dia masih muda, bagus, dan cepat memahami para pemain. Ini adalah kelompok yang solid, para pemainnya bertalenta, Inter seharusnya berada di jalur yang tepat, tidak perlu mengatakan lebih dari itu,”

Chivu Disebut Mirip Mourinho

Menariknya, Moratti membandingkan Chivu dengan mantan pelatih legendaris Inter, José Mourinho.

Menurutnya, Chivu memiliki perhatian besar terhadap detail dan kedekatan emosional dengan pemain, ciri khas Mourinho di era treble 2010.

Pengalaman Chivu pernah dilatih Mourinho juga disebut memberi pengaruh besar dalam perkembangan taktik dan mentalitasnya.

“Sulit membuat perbandingan. Chivu sangat serius, lebih mirip Mourinho daripada yang mungkin dibayangkan orang, sangat memperhatikan detail dan selalu dekat dengan para pemain. Bagi dia juga, pernah dilatih Mourinho tentu sangat membantu. Ia memiliki karakteristik yang membuatnya mudah dikenali dan menjadi pelatih yang bagus,”

Kritik Terhadap VAR dan Sepak Bola Modern

Moratti juga menyinggung soal perkembangan sepak bola modern. Ia menilai kehadiran VAR membuat permainan semakin rumit.

“VAR menciptakan hampir kepastian dalam keputusan, tapi di sisi lain juga membuat permainan lebih kompleks,” katanya.

Meski begitu, ia optimistis terhadap talenta-talenta muda Italia yang mulai bermunculan untuk mengisi kekosongan bintang besar.

“Sedang bermunculan pemain-pemain Italia yang bagus,”

Sindiran untuk Juventus dan Elkann

Bagian paling tajam dari wawancara muncul saat Moratti menanggapi protes keras Juventus, termasuk langkah John Elkann yang dikabarkan menghubungi Presiden FIGC Gabriele Gravina.

Moratti menyebut Juventus kini tampil sebagai pihak yang merasa dizalimi.

“Zaman sudah berubah, sekarang Juventus mengeluh, bersikap seperti korban dan memang menjadi korban dari sesuatu yang baru. Menurut saya mereka sedikit berlebihan dalam protesnya, seolah-olah menjadi korban besar sepak bola Italia, padahal sejarah tidak mengingatnya seperti itu. Saya melihat semuanya cukup normal, tetapi itu membuat saya teringat pada kisah-kisah lama,”

Pernyataan ini jelas mengacu pada sejarah panjang kontroversi dan dinamika kekuasaan di sepak bola Italia.

Pesan untuk Bastoni: Jangan Terjebak Tekanan

Meski mengkritik aksi diving, Moratti tetap menunjukkan empati kepada Bastoni.

Ia berharap insiden ini tidak melekat terlalu lama pada reputasi sang pemain.

“Saya harap ini cepat berlalu. Tidak perlu berlarut-larut selama setahun. Kita sudah paham ini kesalahan,”

Moratti menegaskan, yang terpenting adalah Inter tidak lengah dalam perburuan gelar. Musim lalu menjadi pelajaran bahwa kemenangan harus diperjuangkan hingga menit terakhir.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*