Media Italia Kritik Luis Henrique saat Laga Inter vs Juventus: “Seperti Tertidur di Momen Krusial”

Kemenangan dramatis 3-2 yang diraih Inter Milan atas Juventus dalam Derby d’Italia pekan ke-25 Serie A 2025-26 seharusnya menjadi malam penuh pujian bagi pemain Nerazzurri.

Namun, sorotan tajam justru mengarah kepada winger asal Brasil, Luis Henrique, yang dinilai tampil inkonsisten sepanjang pertandingan.

Performa Henrique memicu perdebatan baru soal konsistensinya, terutama setelah ia sempat memberikan harapan di awal laga sebelum akhirnya dinilai “menghilang” di momen penting.

Awal Menjanjikan, Kontribusi untuk Gol Bunuh Diri

Henrique sebenarnya memulai laga dengan cukup positif. Umpan silangnya menjadi awal dari situasi yang berujung gol bunuh diri Andrea Cambiaso.

Pergerakan agresif dan keberaniannya menusuk sisi pertahanan Juventus sempat menunjukkan bahwa ia siap menjawab ekspektasi tinggi setelah penampilan energiknya di laga sebelumnya.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.

Momen Krusial: “Seperti Tertidur”

Kritik paling keras datang saat Juventus mencetak gol penyeimbang. Dalam prosesnya, Henrique dinilai kehilangan fokus dan gagal mengawal Cambiaso, yang dengan mudah melewatinya sebelum membantu terciptanya gol.

Beberapa media Italia menyebut momen itu sebagai bentuk pemain yang “tertidur” di lapangan, istilah yang menggambarkan kurangnya konsentrasi dalam situasi krusial.

Kesalahan kecil dalam laga besar seperti Inter vs Juventus jelas berdampak besar. Dalam pertandingan berintensitas tinggi, satu detik kehilangan fokus bisa mengubah jalannya laga.

Rating Rendah dari Media Italia

Media olahraga Italia tidak ragu memberikan penilaian yang cukup rendah untuk Henrique:

  • La Gazzetta dello Sport: 5
  • Corriere dello Sport: 5,5
  • Tuttosport: 5,5
  • TuttoMercatoWeb: 5,5
  • L’Interista: 5,5

Rata-rata nilai tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap performanya, terutama karena laga ini merupakan salah satu pertandingan paling penting musim ini.

Pertanyaan besar kini mengarah kepada pelatih Inter, Cristian Chivu. Versi mana dari Luis Henrique yang bisa ia andalkan?

Di satu sisi, Henrique memiliki:

  • Kecepatan dan akselerasi yang eksplosif
  • Kemampuan duel satu lawan satu
  • Potensi menciptakan peluang dari sisi sayap

Namun di sisi lain, inkonsistensi dan konsentrasi yang naik-turun menjadi pekerjaan rumah besar.

Dalam laga sebesar Derby d’Italia, standar performa jauh lebih tinggi. Inter Milan mungkin menang, tetapi penampilan Henrique menjadi pengingat bahwa persaingan di level elite membutuhkan stabilitas performa, bukan sekadar kilasan kualitas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*