Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, akhirnya bisa bernapas lega setelah timnya menaklukkan Juventus dengan skor dramatis 3-2 di Derby d’Italia pekan ke-25 Serie A 2025-26, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.
Namun di balik kemenangan penting itu, Chivu harus menghadapi sorotan terkait kartu merah kontroversial yang diterima Pierre Kalulu, insiden yang memicu kemarahan besar kubu Juventus.
Chivu pun memberikan respons tegas: tidak ada diving dari Alessandro Bastoni, dan pemain harus belajar menjaga diri dalam situasi krusial.
Soal Kartu Merah Kalulu: “Ada Sentuhan”
Insiden kartu merah Kalulu menjadi momen paling diperdebatkan. Juventus menilai tidak ada kontak berarti dengan Alessandro Bastoni, sementara VAR tidak dapat mengintervensi karena hanya menyangkut kartu kuning kedua.
Chivu mencoba bersikap objektif.
“Saya pikir itu sentuhan ringan, tetapi tetap sentuhan. Bahkan jika ringan, pemain saya merasakannya saat berlari dalam kecepatan penuh,” ujar Chivu.
“Kalulu adalah pemain berpengalaman dan dia seharusnya tahu bahwa dalam situasi seperti itu, Anda harus menjaga tangan Anda sendiri,”
Keputusan Tarik Bastoni
Menariknya, Chivu langsung mengganti Alessandro Bastoni di babak kedua. Banyak yang menduga sang bek berisiko mendapat kartu kuning kedua karena simulasi.
Namun Chivu menjelaskan alasan taktis:
“Saya mengganti Bastoni karena saya khawatir terhadap Conceicao, tetapi setelah melihat Conceicao kemudian diganti, sebenarnya saya akan membiarkannya tetap bermain,” tegas pelatih Inter tersebut.
Keputusan tersebut menunjukkan betapa tegangnya atmosfer pertandingan, di mana satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya.
Tekanan Rekor Buruk di Laga Besar
Inter Milan datang ke pertandingan ini dengan catatan kurang meyakinkan dalam duel melawan tim-tim besar Serie A.
Fakta bahwa Nerazzurri belum mampu mengalahkan rival besar selama dua musim terakhir disebut Chivu sebagai beban psikologis.
“Kami ingin fokus pada performa musim ini, tetapi kalian terus mengingatkan bahwa Inter belum mengalahkan tim besar selama dua tahun. Tekanan itu terasa pada para pemain,”
Evaluasi Jujur: Menang, Tapi Belum Sempurna
Meski menang lewat gol penentu Piotr Zielinski di menit ke-90, Chivu tak sepenuhnya puas dengan performa timnya.
“Saya tidak menyukai penampilan kami. Kami tidak punya kaki dan ketajaman seperti yang kami persiapkan,”
Ia menyoroti bagaimana Inter kehilangan kontrol saat unggul 2-1 dan membiarkan Juventus menyamakan skor meski bermain dengan 10 orang.
Namun di sisi lain, ia memuji mentalitas tim yang terus berjuang hingga akhir.
Titik Balik Musim?
Chivu berharap kemenangan atas Juventus menjadi momentum kebangkitan mental.
“Saya harap laga ini menjadi titik balik untuk blok mental dan fisik tim ini.”
Inter saat ini berada di puncak klasemen, tetapi kritik soal kegagalan di laga besar terus menghantui. Kemenangan ini bisa menjadi jawaban atas keraguan tersebut.
Pengakuan untuk Juventus
Meski diwarnai kontroversi, Chivu tetap memberi kredit kepada lawan.
“Kami juga harus memberi kredit kepada Juventus, yang menyulitkan kami dengan pergerakan mereka, kualitas mereka, dan gaya permainan yang diterapkan oleh Spalletti. Mereka sedang dalam kondisi bagus, dan bahkan saat bermain dengan 10 orang pun mampu menyamakan kedudukan,”
“Saat kami unggul 2-1, seharusnya kami bisa mengendalikan situasi dengan lebih baik, rasa takut mulai muncul, tetapi saya senang kami terus mendorong hingga akhir untuk meraih kemenangan dan memenanginya lewat gol indah dari Zielinski.”
Pengakuan ini menunjukkan bahwa kemenangan Inter diraih lewat perjuangan nyata, bukan sekadar keuntungan situasional.

Leave a Reply