Inter Milan kembali menemukan mutiara dari akademinya. Dalam laga Perempat Final Coppa Italia 2025-26 melawan Torino, pelatih Cristian Chivu memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda, termasuk Issiaka Kamate, yang langsung menjawab kepercayaan tersebut dengan performa impresif.
Penampilan gemilang Kamate tak hanya membantu tim, tetapi juga membuka lembaran baru dalam kariernya bersama Nerazzurri. Dari pemain U-23, kini ia mulai dipandang sebagai opsi serius di skuad utama Inter Milan.
Rotasi Chivu Berbuah Manis di Coppa Italia
Dalam pertandingan melawan Torino, Chivu memilih mengistirahatkan beberapa pemain inti. Ia lalu menurunkan dua pemain U-23, Kamate dan Matteo Cocchi, sebagai wing-back kanan dan kiri.
Keputusan ini terbukti tepat. Kamate tampil aktif, berani, dan penuh kreativitas. Ia bahkan mencatatkan assist penting untuk gol yang dicetak Bonny, menjadi bukti bahwa dirinya siap bersaing di level tertinggi.
Langkah ini juga menunjukkan keberanian Chivu dalam mempercayai pemain muda setelah mengalami kebuntuan di bursa transfer.
Dari Akademi ke Panggung Utama
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, debut Kamate bersama tim utama telah mengubah status dan masa depannya.
Kamate direkrut Inter pada 2020 dari klub amatir Prancis, Montfermeil, di tengah situasi pandemi Covid-19. Saat itu, Inter Milan menjadi salah satu klub tercepat yang melihat potensinya melalui rekaman video.
Sejak bergabung dengan akademi, perkembangan Kamate melesat pesat. Ia rutin mendapat panggilan tim utama sejak era Simone Inzaghi musim 2022/23, meski belum sempat tampil.
Kini, di bawah asuhan Chivu, pintu kesempatan benar-benar terbuka.
Keputusan Berani Chivu: Kamate di Atas Luis Henrique
Dalam laga melawan Torino, Inter sebenarnya memiliki opsi memasukkan Luis Henrique. Namun, Chivu memilih Kamate karena Matteo Darmian belum siap tampil.
Keputusan ini terbayar lunas. Kamate tampil penuh percaya diri, menghadirkan dribel tajam, kecepatan, dan umpan silang berkualitas, bahkan disebut lebih efektif dibanding Luis Henrique dalam enam bulan terakhir.
Kepercayaan ini mempertegas posisi Kamate sebagai pemain yang sangat dipahami oleh Chivu.
Transformasi Posisi yang Menentukan Karier
Selama membina Kamate di tim Primavera, Chivu memainkan peran besar dalam perkembangan sang pemain.
Awalnya, Kamate beroperasi sebagai gelandang tengah. Namun, Chivu mengubah posisinya menjadi winger kanan dalam formasi 4-3-3. Keputusan ini mengoptimalkan kekuatan kaki kirinya, dribel, dan kreativitas.
Hasilnya luar biasa: 12 gol dari 30 laga di level junior, membuktikan transformasi tersebut sangat efektif.
Pengalaman Peminjaman dan Kematangan Mental
Musim lalu, Kamate sempat dipinjamkan ke Portugal dan Serie B Italia. Meski menit bermainnya terbatas, pengalaman itu membentuk mental dan kedewasaannya sebagai pemain profesional.
Kini, bersama tim U-23 Inter, Kamate tampil sebagai pemimpin. Ia telah mencatat Lima gol dan Tiga assist, serta menjadi motor permainan tim asuhan Stefano Vecchi.
Ia bahkan mencetak gol kemenangan di laga perdana resmi U-23 Inter pada Agustus 2025, sebuah momen simbolis dalam perjalanannya.
Solusi Internal di Tengah Kebuntuan Transfer
Inter Milan mengalami banyak rintangan di bursa transfer Januari lalu, terutama untuk sektor sayap. Hal ini sempat menjadi kekhawatiran, apalagi dengan absennya Denzel Dumfries.
Namun, kemunculan Kamate menjadi jawaban dari dalam klub sendiri. Ia kini dipandang sebagai alternatif realistis di posisi wing-back dan winger.
Strategi mengandalkan produk akademi ini sejalan dengan filosofi pembangunan jangka panjang Inter Milan.
Masa Depan Cerah Bersama Nerazzurri
Dengan usia baru 21 tahun, Kamate masih memiliki ruang berkembang yang sangat besar. Dukungan penuh dari Chivu, pengalaman bersama tim U-23, dan kesempatan di tim utama menjadi fondasi penting bagi kariernya.
Jika mampu menjaga konsistensi, Kamate berpeluang menjadi bagian permanen skuad Inter Milan dalam beberapa musim ke depan.

Leave a Reply