Federico Dimarco kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling penting di skuad Inter Milan.
Bek sayap kiri andalan Nerazzurri itu terus menunjukkan perkembangan luar biasa, bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga dalam aspek kekuatan fisik dan konsistensi permainan.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, performa impresif Dimarco saat ini tidak bisa diukur hanya dari statistik gol dan assist. Kontribusinya jauh melampaui angka di atas kertas.
Gol-Gol Krusial Jadi Bukti Pengaruh Besar Dimarco
Sepanjang musim ini, Dimarco telah mencetak Enam gol dan Sembilan assist di semua kompetisi. Menariknya, Empat di antaranya lahir dalam situasi krusial yang memecah kebuntuan pertandingan, yakni saat menghadapi:
- Sassuolo (kandang)
- Parma (tandang)
- Napoli (San Siro)
- Borussia Dortmund (tandang)
Gol-gol tersebut menegaskan kapasitas Dimarco sebagai pemain penentu hasil pertandingan, terutama dalam situasi sulit.
Ia tidak hanya hadir sebagai pelapis serangan, tetapi juga sebagai solusi ketika Inter membutuhkan pembeda.
Performa Terbaik Dimarco di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, performa Dimarco justru semakin meningkat. Dalam lima pertandingan terakhir Serie A, ia mencatatkan 3 gol dan 3 assist.
Catatan ini membuatnya menjadi salah satu bek paling produktif di Eropa.
Bahkan, di antara bek-bek yang bermain di lima liga top Eropa, Dimarco menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencatatkan lebih dari Lima gol dan Lima assist (6 gol dan 9 assist di Serie A).
Statistik tersebut menempatkannya sejajar dengan pemain-pemain ofensif papan atas.
Perkembangan Fisik Jadi Faktor Kunci
La Gazzetta dello Sport menekankan bahwa peningkatan Dimarco bukan hanya soal teknik dan insting menyerang, tetapi juga soal fisik dan daya tahan.
Sang pemain sebelumnya mengakui bahwa dirinya merasa lebih kuat dan lebih komplet. Hal itu kini terlihat jelas di lapangan.
“Dimarco berlari cepat, bergerak tanpa lelah, mengirim umpan silang, melepaskan tembakan, dan mencetak gol,” tulis Gazzetta. “Baik dalam permainan terbuka maupun situasi bola mati, seperti yang terjadi di Jerman beberapa waktu lalu. Kemampuannya lengkap,”
Kemampuannya melakukan sprint berulang, menjaga intensitas tinggi, dan tetap efektif hingga menit akhir menjadi bukti transformasi fisiknya.
Momen Spesial: Ban Kapten di Laga Eropa
Salah satu momen paling emosional dalam perjalanan Dimarco musim ini terjadi saat laga kontra Borussia Dortmund di Jerman, ketika ia untuk pertama kalinya mengenakan ban kapten Inter Milan.
Kepercayaan tersebut menjadi simbol statusnya yang kini bukan hanya sebagai pemain inti, tetapi juga sebagai figur pemimpin di lapangan.
Penampilan solidnya di laga tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pilar utama Nerazzurri.
Senjata Andalan Chivu
Di bawah arahan Cristian Chivu, Dimarco berkembang menjadi bek sayap modern yang sempurna: kuat dalam bertahan, tajam saat menyerang, dan cerdas membaca permainan.
Ia menjadi elemen penting dalam sistem tiga bek Inter, terutama dalam membangun serangan dari sisi kiri.
Kombinasi antara kecepatan, visi, teknik, dan stamina membuat Dimarco sulit tergantikan.

Leave a Reply