Derby Inter Milan vs AC Milan di papan atas Serie A bukan sekadar pertarungan gengsi dua rival sekota.
Menurut Fabio Capello, laga ini juga menjadi panggung kontras dua filosofi kepelatihan: pengalaman Massimiliano Allegri berhadapan dengan kebaruan Cristian Chivu yang tengah mencuri perhatian.
Dalam analisanya di La Gazzetta dello Sport, Capello menilai duel ini sangat menarik karena mempertemukan dua pelatih dengan latar belakang, pendekatan, dan tantangan yang sangat berbeda, namun sama-sama mampu memaksimalkan potensi timnya.
“Derby Inter–Milan di papan atas klasemen ini sangat menarik karena kita bisa menyaksikan dua pelatih yang sangat berbeda,” ujar Capello dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport:
Allegri: Pengalaman, Manajemen, dan Ketahanan Tekanan
Di satu sisi, Capello menyoroti sosok Massimiliano Allegri sebagai pelatih berpengalaman yang telah kenyang menghadapi berbagai situasi ekstrem, baik saat tim berada dalam euforia kemenangan maupun ketika diterpa krisis.
“Di satu sisi ada Max Allegri, sosok dengan pengalaman luar biasa dan kemampuan manajerial yang sangat kuat di setiap fase musim, baik saat tim berada dalam euforia maupun ketika menghadapi kesulitan,”
Chivu: Pendatang Baru yang Cerdas dan Efektif
Di sisi lain, Cristian Chivu hadir sebagai wajah baru di kursi pelatih Inter Milan. Meski belum memiliki pengalaman panjang sebagai allenatore, Capello menilai Chivu sebagai sosok cerdas, adaptif, dan cepat belajar.
“Di sisi lain ada Cristian Chivu, yang datang dari pengalaman seperti di Parma dan kini dipercaya memimpin tim sebesar Inter yang memiliki target menjuarai Serie A,”
“Pengalaman Allegri yang sudah memahami segalanya, termasuk risiko berada di puncak klasemen, berhadapan dengan kebaruan Chivu yang mengenal tantangan itu lebih sebagai pemain, belum sepenuhnya sebagai pelatih. Ia sedang membangun pengalamannya sekarang, tetapi dia cerdas dan hasil-hasil yang diraih membuktikan itu,” tulis Capello.
Di bawah arahan pelatih asal Rumania tersebut, Inter berhasil tampil konsisten, meraih hasil penting, dan menjaga posisi di puncak klasemen Serie A.
Kesamaan di Balik Perbedaan: Kepribadian Kuat
Meski berbeda pendekatan, Capello melihat satu benang merah yang menyatukan Allegri dan Chivu: kepribadian.
“Ada satu kesamaan yang menyatukan kedua pelatih ini, yakni kepribadian. Allegri memiliki karisma yang sudah mapan, diakui dan mudah dikenali, sementara Chivu menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Ia berhasil meraih hasil yang tepat untuk membawa tim ke puncak klasemen dan mempertahankannya,”
Scudetto Masih Terbuka, Faktor Fisik Jadi Penentu
Capello menegaskan bahwa meski Inter dan Milan saat ini memimpin persaingan, perburuan Scudetto belum bisa disebut milik Milan semata. Banyak variabel masih bisa mengubah peta, terutama faktor kebugaran dan cedera.
“Meski begitu, saya belum berpikir bahwa Scudetto sudah menjadi urusan eksklusif klub-klub Milan. Semuanya masih terbuka. Saat ini kita melihat satu tim melaju di depan dan satu tim mengejar,”
Inter, dengan jadwal padat termasuk Liga Champions, menghadapi risiko kelelahan dan tekanan mental. Capello menilai target finis di delapan besar fase liga Liga Champions sangat penting bagi Nerazzurri, baik untuk mengurangi beban pertandingan tambahan maupun menjaga stabilitas psikologis tim.
“Jangan lupa juga bahwa Milan memiliki keuntungan karena memainkan jauh lebih sedikit pertandingan dibanding Inter. Ke depan, kondisi fisik tim-tim yang bersaing memperebutkan gelar akan sangat menentukan, dan cedera pasti akan berpengaruh besar.”

Leave a Reply