Inter Catat 6 Kemenangan Beruntun di Serie A, Tapi Finishing Masih Jadi Sorotan

Inter Milan melanjutkan tren positif mereka di Serie A dengan kemenangan tandang 2-0 atas Parma di Stadion Ennio Tardini dalam laga pekan ke-19 Serie A.

Hasil ini memperpanjang rentetan kemenangan Inter Milan menjadi enam laga beruntun di Serie A, sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.

Namun, performa Inter menyisakan satu catatan penting: dominasi total yang tidak diiringi efektivitas maksimal.

Inter Milan Menguasai Laga, Tapi Gagal “Membunuh” Parma Lebih Dini

Mengutip laporan Gazzetta dello Sport via FCInterNews, Inter tampil sangat dominan sejak menit awal kontra Parma. Anak asuh Cristian Chivu mengontrol permainan, mengurung pertahanan Parma, dan menciptakan peluang demi peluang.

Sayangnya, penyelesaian akhir masih menjadi masalah. Inter Milan Dua kali membentur mistar gawang dan menyia-nyiakan sejumlah peluang emas sebelum akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-42 melalui Federico Dimarco.

Gol tersebut menjadi pelepas tekanan setelah babak pertama nyaris berakhir tanpa gol meski Inter tampil superior.

Peluang Terbuang Bikin Inter Tegang di Babak Kedua

Di babak kedua, Inter sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk mengamankan kemenangan lebih cepat. Petar Sucic, gelandang Kroasia yang tampil impresif sepanjang laga, gagal memaksimalkan peluang bersih di pertengahan babak kedua.

Kegagalan tersebut membuat pertandingan tetap terbuka. Parma mencoba memanfaatkan celah di menit-menit akhir, memaksa Inter bertahan dengan fokus penuh. Situasi ini menciptakan akhir laga yang menegangkan bagi pendukung Nerazzurri.

Thuram Jadi Penutup, Tapi Statistik Bicara Lain

Baru di masa injury time, Inter Milan benar-benar bisa bernapas lega. Marcus Thuram, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kedua dengan sentuhan terakhir pertandingan. Gol tersebut memastikan Tiga poin penting dibawa pulang ke Milano.

Meski menang 2-0, statistik menunjukkan paradoks performa Inter: 26 percobaan tembakan hanya menghasilkan Dua gol, sebuah angka yang menegaskan betapa dominannya Inter, namun sekaligus menyoroti masalah ketajaman yang masih perlu dibenahi.

Evaluasi untuk Chivu Jelang Laga Besar

Kemenangan ini jelas bernilai besar, baik dari sisi poin maupun mental tim.

Namun, ketidakmampuan Inter Milan untuk menutup laga lebih cepat bisa menjadi alarm penting bagi Cristian Chivu, terutama menjelang jadwal padat dan laga-laga krusial ke depan.

Jika efektivitas di depan gawang bisa ditingkatkan, Inter Milan berpotensi menjadi tim yang jauh lebih mematikan.

Dominasi sudah ada, konsistensi juga terjaga, tinggal bagaimana Nerazzurri belajar mengubah peluang menjadi gol lebih cepat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*