Piotr Zielinski kembali menunjukkan perannya sebagai sosok penting di lini tengah Inter Milan. Gelandang asal Polandia itu mencetak gol krusial dalam kemenangan 2-0 Nerazzurri atas Cremonese di Stadion Zini, sekaligus membuka peluang untuk menyamai rekor terbaik dalam kariernya.
Gol tersebut menjadi gol keempat Zielinski musim ini di Serie A, sebuah pencapaian yang membuatnya semakin percaya diri menatap sisa kompetisi Serie A dan Liga Champions.
Target Baru Zielinski: Kejar Rekor Delapan Gol
Usai pertandingan, Zielinski berbicara kepada DAZN dan mengungkapkan ambisinya untuk menyamai bahkan melampaui performa terbaiknya saat masih membela Napoli.
“Di musim terbaik saya bersama Napoli, saya mencetak delapan gol. Mari kita lihat apakah saya bisa melewati angka itu. Tapi yang terpenting bukan gol, melainkan kemenangan tim,” ujar Zielinski.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meski memiliki target pribadi, mantan pemain Napoli tersebut tetap mengutamakan kepentingan tim.
Bangkit di Era Cristian Chivu
Kedatangan Zielinski ke Inter sempat diwarnai ekspektasi tinggi. Namun, pada musim pertamanya, ia kesulitan menemukan performa terbaik.
Situasi berubah drastis sejak Cristian Chivu mengambil alih kursi pelatih. Di bawah asuhan Chivu, Zielinski tampil lebih konsisten, percaya diri, dan efektif dalam menyerang maupun bertahan.
Gol ke gawang Cremonese menjadi bukti nyata bahwa dirinya kini telah menjadi bagian penting dalam skema permainan Inter.
Kekuatan Skuad Jadi Kunci Performa Inter
Zielinski juga menyoroti kekuatan skuad sebagai faktor utama di balik performa positif Nerazzurri.
“Inilah kekuatan tim kami. Semua pemain punya kualitas dan selalu siap menunjukkan kemampuan. Saya senang bisa berkontribusi dan kami menunggu rekan-rekan yang cedera untuk kembali,” katanya.
Dengan kedalaman skuad yang mumpuni, Inter mampu menjaga stabilitas performa meski jadwal pertandingan sangat padat.
Gol Spektakuler yang Sulit Ditepis Audero
Dalam wawancara terpisah bersama Sky Sport, Zielinski membahas gol indahnya yang tak mampu dihentikan Emil Audero.
“Di jeda babak pertama, Audero bilang tendangan saya sulit ditangkap. Bonazzoli juga mencoba hal serupa, tapi Sommer tampil luar biasa. Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” ungkapnya.
Tendangan jarak jauh Zielinski memang menjadi salah satu momen terbaik dalam laga tersebut.
Evaluasi Babak Kedua: Inter Harus Lebih Matang
Meski menang, Zielinski mengakui bahwa Inter sempat mengalami tekanan di babak kedua.
“Saat unggul 2-0, lawan bermain lebih agresif dengan bola-bola panjang ke Djuric. Mereka membuat kami kesulitan. Tapi malam ini kami mendapatkan poin penting,” tambahnya.
Evaluasi ini menjadi bahan refleksi bagi Inter untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim.

Leave a Reply