Mantan pelatih Inter Milan Primavera yang sukses membawa tim meraih gelar Campionato Primavera, Andrea Zanchetta, memberikan pandangan menarik soal perkembangan pemain muda di Italia.
Dalam wawancaranya bersama Radio Sportiva, Zanchetta menyoroti tantangan besar yang dihadapi para talenta muda, khususnya saat menembus tim utama klub-klub elite seperti Inter Milan.
Menurutnya, keberanian Cristian Chivu mempercayai Pio Esposito patut diapresiasi, karena tidak semua pelatih berani mengambil risiko dengan mengandalkan pemain muda di level tertinggi.
Budaya Sepak Bola Italia Masih Kurang Ramah bagi Pemain Muda
Zanchetta menilai bahwa masalah utama bukan terletak pada kualitas pemain atau sistem pembinaan, melainkan pada budaya sepak bola di Italia yang terlalu berorientasi pada hasil instan.
“Bakat itu ada, akademi bekerja dengan baik. Namun, secara budaya kita kurang memberi waktu yang cukup bagi pemain muda untuk berkembang,” ujar Zanchetta.
Ia menambahkan bahwa klub-klub Italia masih terjebak dalam tekanan hasil jangka pendek, sehingga kerap ragu memberi kesempatan kepada pemain muda.
Akibatnya, banyak talenta potensial yang sulit mendapatkan menit bermain secara konsisten.
“Kita adalah ‘anak’ dari hasil jangka pendek, yang sudah menjadi bagian dari budaya kita: kita hidup untuk itu, dan selalu berpikir bahwa pemain muda belum siap untuk mencapainya,”
Transisi dari Primavera ke Tim Utama Inter Sangat Berat
Salah satu poin utama yang disoroti Zanchetta adalah sulitnya transisi dari tim junior ke level profesional.
Menurutnya, lonjakan dari Primavera ke tim utama memang besar, namun akan terasa jauh lebih berat di klub sebesar Inter Milan.
“Di Inter, ketika bermain di tim utama, kamu selalu dituntut untuk menjadi tokoh utama dan meraih kemenangan: jelas ini adalah level yang sangat tinggi,”
Tekanan ini membuat banyak pemain muda kesulitan beradaptasi, meski memiliki kualitas teknik yang mumpuni.
Pio Esposito, Bukti Kepercayaan Chivu Berbuah Manis
Zanchetta kemudian menyoroti secara khusus sosok Pio Esposito, striker kelahiran 2005 (20 tahun) yang kini mulai bersinar bersama Inter.
“Saat ini, Pio Esposito, yang lahir pada 2005, bisa menjadi protagonis karena pertama-tama pelatih percaya kepadanya. Setelah itu, sang pemain juga bekerja sangat keras dan tampil baik dalam situasi yang rumit,”
Menurutnya, perkembangan Pio Esposito tidak lepas dari keberanian Cristian Chivu yang memilih mempercayai pemain akademi ketimbang membeli striker baru di bursa transfer.
“Menurut saya, keberanian terbesar Chivu adalah tidak mencari pemain di bursa transfer, melainkan memilih bertaruh pada Pio Esposito,”
Keputusan tersebut terbukti tepat. Esposito mampu menjawab kepercayaan dengan performa solid di tengah tekanan kompetisi level atas.
Selain faktor pelatih, Zanchetta juga menekankan peran kerja keras sang pemain dalam membangun mental dan konsistensi.

Ada satu yang kurang di bahas mr. @andrea zancheta, mr. Chivu tidak percaya pada perombakan lini tengah inter yang telah menua… Ada calhajnaglu, miktaryan dan zielengky… Yang sudah unsur tapi tetep mengisi line up utama inter… Ada fratesi muda penuh semangat tapi kurang mendapatkan kepercayaan, sucik, diuof dan 1 pemain brasil yang kurang support.. Inter susah menang dengan kebanyakan team besar karena faktor itu juga.. Tapi saat kepercayaan ke pemain muda tumbuh lebih besar kemenangan akan datang, contoh waktu lawan B. Dortmund…