Tuttosport: Pio Esposito Penyelamat Inter dan Simbol Masa Depan Nerazzurri

Francesco Pio Esposito kembali mencuri panggung. Di tengah performa Inter Milan yang dinilai tidak berada pada level terbaiknya, satu nama justru bersinar terang dan menjadi pembeda.

Media Italia, Tuttosport tanpa ragu melabeli sang striker muda sebagai “predestinato” alias pemain yang ditakdirkan untuk hal-hal besar.

Gol Bernilai Platinum di Malam yang Tak Terlupakan

Kemenangan tipis Inter 1-0 atas Lecce di Stadio Giuseppe Meazza dalam laga tunda menjadi malam spesial bagi Pio Esposito.

Itu adalah gol keduanya di Serie A dan gol keempatnya di semua kompetisi musim ini, angka yang mencerminkan kematangan yang datang lebih cepat dari usia.

Tuttosport menegaskan bahwa gol tersebut memberi Inter tiga poin “platinum”, sekaligus memastikan gelar simbolis Campione d’Inverno.

Nerazzurri memanfaatkan hasil imbang Napoli kontra Parma untuk menjauh hingga enam poin di puncak klasemen, dan Pio Esposito menjadi aktor utamanya.

“Gol kedua di Serie A. Gol keempat musim ini. Bukti nyata di lapangan bahwa ia berpotensi menjadi seorang pemain ‘predestinato’ (pemain yang ditakdirkan untuk hal-hal besar). Pio Esposito akan lama mengingat malam kemarin, mengingat ia mencetak gol pertamanya di Serie A di hadapan para pendukung nerazzurri (setelah gol di San Siro bersama tim nasional melawan Norwegia dan gol di Coppa Italia kontra Venezia), sekaligus menghadiahkan Inter gelar simbolis juara paruh musim, dan yang terpenting tiga poin ‘platinum’ bagi timnya. Inter memanfaatkan hasil imbang tanpa gol Napoli melawan Parma untuk memperlebar jarak di klasemen menjadi enam poin dari tim asal Campania tersebut.”

Diselamatkan Sang Pupillo

“Mungkin ini adalah Inter terburuk di era Chivu, tetapi tim tersebut diselamatkan dan dibawa ke dalam euforia oleh sang anak emasnya, pemain yang pada kenyataannya kini merepresentasikan talenta paling menjanjikan yang pernah dilatih pelatih asal Rumania itu di sektor usia muda Inter,”

Tak mengherankan jika selepas gol penentu, Cristian Chivu berlari memeluk anak didiknya.

Hubungan keduanya bukan kebetulan. Chivu mengenal Pio Esposito sejak akademi, dan kini melihat buah dari proses panjang itu mulai matang di level tertinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*