Marcus Thuram dipastikan kembali menjadi starter di laga Inter Milan vs Arsenal dalam matchday 7 Liga Champions 2025-26, setelah diistirahatkan pada laga sebelumnya kontrak Udinese di Serie A.
Thuram akan berduet sejak menit pertama dengan Lautaro Martinez, menghidupkan kembali duet andalan yang dikenal sebagai ThuLa.
Namun, di balik kembalinya sang bomber Prancis, muncul dinamika menarik di lini depan Nerazzurri.
Hirarki lama mulai diuji, seiring pesatnya perkembangan Pio Esposito, talenta muda yang terus mencuri perhatian setiap kali mendapat kesempatan.
Thuram Tetap Pilar, Tapi Tak Lagi Sendirian
Menurut analisis La Gazzetta dello Sport, Thuram masih memegang status sebagai pendamping utama Lautaro. Namun, iklim persaingan di sektor penyerangan Inter perlahan berubah.
“Keyakinan lama tak lagi sepenuhnya terpahat di batu,” tulis media tersebut, menggambarkan situasi terbaru di Appiano Gentile.
Cedera otot paha yang sempat membuat Thuram absen sebulan telah memengaruhi momentumnya.
Setelah awal musim yang eksplosif, Lima gol dalam Tujuh laga Serie A dan Liga Champions, grafik performanya menurun. Inter Milan menunggu versi terbaik Thuram kembali, namun kini ia tak bisa lagi merasa sepenuhnya aman.
Pio Esposito, Ancaman Senyap dari Dalam
Di sinilah nama Pio Esposito mencuat. Meski belum berstatus starter reguler, striker muda ini tak lagi dianggap sekadar pelapis. Setiap kali dimainkan, Pio Esposito selalu memberi dampak, entah lewat pergerakan, assist, atau koneksi permainan.
Di internal klub, baik staf pelatih maupun manajemen menyadari satu hal: Inter Milan memiliki “pepita emas” yang tak menelan biaya transfer. Sebuah aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan dengan tepat.
Cristian Chivu, pelatih yang dikenal berani memberi ruang pada pemain muda, percaya pada kekuatan regenerasi. Ia tak gentar mengambil keputusan besar, terlebih jika performa di lapangan mendukungnya.
Koneksi Spesial Pio Esposito-Lautaro
Salah satu faktor utama perkembangan Pio Esposito adalah hubungan spesialnya dengan Lautaro Martinez.
Sang kapten menjadi mentor sekaligus partner ideal. Di Udine, Pio Esposito kembali menyumbang assist untuk Lautaro yang ketiga musim ini.
Tak ada pemain lain di Serie A yang mencatatkan jumlah assist sebanyak itu kepada satu rekan setim, kecuali Aaron Martin (Genoa). Koneksi ini disebut alami, namun terus diasah setiap hari di Pinetina.
ThuLa masih menjadi merek utama Inter. Namun kini muncul “produk baru”: PiLa, duet potensial yang mulai dikenal publik.
Persaingan Sehat, Keuntungan untuk Inter
Kondisi fisik Thuram yang belum sepenuhnya pulih ke level awal musim membuka ruang kompetisi sehat.
Inter menunggu ledakan berikutnya dari sang nomor 9, tetapi tak lagi sepenuhnya bergantung pada satu opsi.
Dengan jadwal padat dan tuntutan di tiga kompetisi, keberadaan Pio Esposito justru menjadi solusi strategis, bukan ancaman.

Leave a Reply