Thuram Akui Penyesalan Usai Inter Tumbang dari Arsenal: Detail Jadi Pembeda di Level Elite

Inter Milan harus menelan pil pahit di Liga Champions setelah takluk 1-3 dari Arsenal di hadapan publik sendiri, San Siro, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Kekalahan ini membuat langkah Nerazzurri menuju tiket langsung ke babak 16 besar menjadi lebih rumit, dengan laga penentuan kontra Borussia Dortmund menanti di matchday terakhir fase liga.

Meski sempat menunjukkan perlawanan sengit, Inter gagal memaksimalkan momen-momen krusial.

Marcus Thuram pun tak menutupi rasa kecewanya usai pertandingan, seraya menegaskan bahwa di level tertinggi Eropa, detail kecil sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Thuram: Inter Lakukan Hal Positif, Tapi Kesalahan Terlalu Mahal

Dalam wawancara bersama Sky Sport, Thuram mengakui bahwa Inter sebenarnya mampu menghadirkan sejumlah hal positif sepanjang laga. Namun, kesalahan yang terjadi justru dimanfaatkan Arsenal secara maksimal.

“Ada rasa penyesalan. Kami melakukan banyak hal positif, tapi juga membuat kesalahan. Arsenal adalah salah satu tim terbaik di dunia,” ujar Thuram.

Menurut penyerang asal Prancis itu, Inter perlu mengevaluasi pertandingan secara menyeluruh untuk memahami aspek yang masih bisa ditingkatkan, terutama saat menghadapi tim dengan kualitas setara Arsenal.

“Kami harus menonton ulang pertandingan untuk memahami di mana kami bisa berkembang,”

Detail Kecil, Dampak Besar di Liga Champions

Thuram menekankan bahwa sepak bola modern, khususnya di Liga Champions, sangat ditentukan oleh detail-detail kecil. Kurangnya ketajaman di momen penting dan rapuhnya konsentrasi menjadi faktor yang membuat Inter harus membayar mahal.

“Detail-detail kecil sangat penting dalam sepak bola saat ini,” tambahnya.

Pernyataan ini sejalan dengan kritik yang kerap diarahkan pada Inter Milan musim ini: mampu tampil kompetitif, namun kurang klinis saat menghadapi lawan-lawan besar.

Fokus ke Pisa, Dortmund Menyusul

Terkait laga hidup-mati melawan Borussia Dortmund, Thuram memilih bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa fokus tim saat ini masih tertuju pada agenda terdekat di kompetisi domestik.

“Dortmund? Sebelumnya ada Pisa, dan itu juga tidak akan mudah. Soal Dortmund, kami akan memikirkannya nanti,” jelasnya.

Pendekatan ini menunjukkan upaya Inter untuk menjaga fokus dan stabilitas mental di tengah jadwal padat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*