Tak hanya bersinar di kompetisi domestik, Federico Dimarco juga tampil dominan di panggung Eropa.
Bek sayap andalan Inter Milan itu menjadi kunci permainan Nerazzurri di UEFA Champions League musim ini, dengan statistik yang benar-benar mencuri perhatian.
Data menunjukkan bahwa 41,1% serangan Inter di fase liga Liga Champions berasal dari sisi kiri, angka tertinggi dibandingkan seluruh tim peserta.
Fakta ini menegaskan satu hal: sisi kiri Inter adalah pusat kreativitas dan Dimarco adalah motor penggeraknya.
Dominasi Taktik Inter dari Sisi Kiri
Dalam sistem permainan Inter, pergerakan dari sisi kiri bukan sekadar opsi, melainkan identitas taktik.
Pola build-up Nerazzurri kerap dimulai dari lini belakang, mengalir ke sektor kiri, sebelum Dimarco mengirim umpan silang berbahaya atau melakukan kombinasi cepat dengan gelandang dan penyerang.
Dengan kemampuan crossing presisi, visi bermain tajam, dan akurasi bola mati yang tinggi, Dimarco menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan.
11 Peluang Tercipta di Liga Champions
Dimarco tercatat sebagai pemain Inter yang paling banyak menciptakan peluang di Liga Champions musim ini, dengan 11 peluang tercipta. Angka tersebut mempertegas perannya sebagai kreator utama, bukan sekadar bek sayap biasa.
Evolusi Dimarco: Dari Bek Sayap Menjadi Playmaker Sisi Kiri
Performa impresif ini bukan kebetulan. Dimarco berkembang menjadi pemain modern yang mampu:
- Menyerang dan bertahan dengan intensitas tinggi
- Mengatur tempo dari sisi lapangan
- Memberikan umpan silang akurat
- Mengancam lewat tembakan jarak jauh
- Menjadi eksekutor bola mati
Kontribusinya membuat Inter memiliki dimensi permainan yang sulit ditebak. Lawan yang fokus menutup tengah justru sering dieksploitasi lewat lebar lapangan, terutama dari sektor kiri.

Leave a Reply