Mantan bek timnas Swiss, Philippe Senderos tak ragu melabeli bek Inter Milan, Manuel Akanji sebagai bek terbaik Serie A, sekaligus menyanjung kualitas kepemimpinan Yann Sommer di bawah mistar gawang Nerazzurri.
Dalam wawancaranya bersama Tuttosport, Senderos berbicara panjang lebar soal dampak besar para pemain Swiss di Inter Milan, Bologna, hingga potensi talenta muda seperti Athekame yang perlahan mulai mencuri perhatian.
Akanji, Benteng Terbaik Serie A Versi Senderos
“Akanji adalah bek terbaik Serie A,” tegas Senderos membuka pernyataannya.
Menurutnya, keberhasilan Manuel Akanji menjelma menjadi pemimpin lini belakang Inter bukanlah sebuah kejutan.
Senderos menilai, pengalaman Akanji bersama Manchester City dan kiprahnya di level tertinggi sepak bola Eropa telah membentuk mental juara yang kini terlihat jelas di Italia.
“Saya sama sekali tidak terkejut melihat bagaimana Manuel langsung menjadi pemimpin pertahanan Inter. Dia sudah melakukan hal-hal luar biasa di Manchester City dan sejak lama termasuk salah satu bek terbaik dunia,” ujar Senderos.
Ketika ditanya apa keunggulan utama Akanji, Senderos tak ragu menyebut mentalitas sebagai senjata utama sang bek.
“Mentalitasnya luar biasa. Dia adalah seorang pemenang. Berhasil di Jerman dan Inggris, dan saya yakin dia juga akan sukses besar di Italia,”
Yann Sommer, Kiper Eksplosif dan Pemimpin Sejati
Tak hanya Akanji, Yann Sommer juga mendapat pujian setinggi langit. Senderos menggambarkan kiper Inter tersebut sebagai sosok yang komplet: refleks cepat, tenang, dan karismatik.
“Sommer itu luar biasa. Dia eksplosif di bawah mistar dan memberi rasa aman untuk seluruh tim. Dia bukan hanya kiper hebat, tapi juga pemimpin sejati,” jelas Senderos.
Ia bahkan mengenang peran Sommer di tim nasional Swiss, di mana sang kiper dikenal vokal dan aktif mengatur lini belakang.
“Dia banyak bicara di lapangan, memberi arahan, membaca permainan dengan sangat baik, dan membantu rekan-rekannya sepanjang pertandingan.”
Bologna, Lahan Subur Pemain Swiss di Serie A
Menjelang laga Inter vs Bologna di pekan ke-18 Serie A 2025-26, Senderos juga menyoroti peran Bologna sebagai klub yang sering menjadi batu loncatan pemain Swiss di Serie A.
Nama Dan Ndoye dan Freuler menjadi contoh nyata keberhasilan klub tersebut dalam mengembangkan pemain.
“Bologna bekerja sangat baik dalam beberapa tahun terakhir. Freuler adalah jaminan di lini tengah dan selalu konsisten. Bologna adalah tempat ideal untuk berkembang dan meledak,” katanya.
Athekame, Berlian Muda yang Butuh Kesabaran
Satu nama lain yang turut dibahas adalah Athekame, pemain muda Swiss yang baru tiba di Milan dan masih menjadi teka-teki bagi publik Serie A.
Senderos meminta kesabaran, mengingat usia sang pemain yang baru 20 tahun.
“Dia masih sangat muda. Sepak bola Italia menuntut pemahaman taktik yang tinggi. Tapi dia punya tenaga, kekuatan, dan sangat cocok sebagai wing-back dalam skema 3-5-2,” jelasnya.
Menurut Senderos, kemampuan penetrasi Athekame bisa menjadi senjata berharga Inter di masa depan.
“Dia sudah masuk lingkaran tim nasional Swiss. Bersabarlah, saya yakin sebentar lagi dia juga akan menjadi protagonis di Serie A.”
Pujian Philippe Senderos menegaskan satu hal: Inter Milan kini menjadi rumah ideal bagi pemain Swiss untuk berkembang dan bersinar di Serie A.
Jika konsistensi terus terjaga, koloni Swiss di Italia, khususnya di Inter dan Bologna berpotensi terus mendominasi dan memberi warna tersendiri di Serie A musim-musim mendatang.

Leave a Reply