Sabet MVP di Laga Inter vs Pisa, Dimarco Ungkap Proses Kebangkitannya

Federico Dimarco kembali menunjukkan kelasnya bersama Inter Milan. Bek sayap kiri andalan Nerazzurri itu tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Man of the Match (MVP) dalam kemenangan Inter atas Pisa di Stadion San Siro pada pekan ke-22 Serie A 2025-26.

Namun, di balik performa impresif tersebut, Dimarco mengungkap kisah personal yang penuh refleksi.

Usai laga, Dimarco berbicara blak-blakan kepada DAZN, membahas pertandingan, mentalitas tim, hingga keputusan besar yang ia ambil setelah musim lalu berakhir pahit.

Inter Milan Bangkit Lewat Mental Juara

Dimarco mengakui Inter tidak mengawali laga dengan cara terbaik. Namun, determinasi untuk menang menjadi kunci utama kebangkitan tim.

“Saat saya masuk, hanya ada satu keinginan: memenangkan pertandingan. Kami tidak memulai dengan baik, tapi rencananya adalah mencetak setidaknya satu gol di babak pertama. Babak kedua masih panjang, dan akhirnya kami mencetak tiga gol. Kami bermain sangat baik,” ujar Dimarco.

Menurutnya, jadwal padat membuat kesalahan pendekatan di awal laga menjadi hal yang wajar.

Namun, yang terpenting adalah kemampuan Inter untuk membalikkan keadaan.

“Ketika bermain sangat sering, kesalahan awal bisa terjadi. Tapi yang penting adalah kami mampu membalikkan situasi, dan itu menunjukkan karakter tim ini,” tambahnya.

Pesan Santai untuk Pio Esposito

Tak hanya soal pertandingan, Dimarco juga menanggapi candaan soal Pio Esposito yang sempat mendapat sorotan, termasuk nyanyian khas ala Christian Vieri.

“Dia masih harus makan banyak pasta,” kata Dimarco sambil tertawa. “Tapi dia berada di jalur yang tepat,”

Komentar ringan ini menunjukkan atmosfer positif di ruang ganti Inter, di mana pemain senior tetap memberi dukungan sekaligus menjaga ekspektasi terhadap talenta muda.

Saya Menghilang Sebulan untuk Memulai dari Nol

Bagian paling menarik dari wawancara Dimarco adalah pengakuannya soal keputusan ekstrem setelah musim lalu yang ia sebut sebagai “periode buruk”.

“Setelah musim lalu berakhir, saya ingin mereset semuanya dan memulai dari nol. Saya menghilang selama satu bulan, bahkan dari teman-teman saya. Saya butuh waktu untuk berpikir,”

Dimarco menjelaskan bahwa masa isolasi itu bukan hanya untuk memperbaiki performa di lapangan, tetapi juga untuk pertumbuhan pribadi.

“Saya mengisolasi diri untuk memikirkan apa yang bisa saya lakukan lebih baik, bukan hanya sebagai pemain, tapi juga sebagai pribadi. Saya ingin kembali sekuat mungkin, dan saya berhasil melakukannya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*