Runjaic Tegaskan Udinese Siap Bertarung Lawan Inter Meski Tanpa Zaniolo

Udinese bersiap menghadapi ujian berat saat menjamu Inter Milan pada pekan ke-21 Serie A 2025-26, Sabtu (17/1/2026) pukul 21.00 WIB.

Udinese harus tampil tanpa salah satu pemain kunci mereka, Nicolò Zaniolo karena cedera sekaligus skorsing akumulasi kartu kuning.

Meski demikian, pelatih Udinese, Kosta Runjaic menegaskan bahwa absennya sang gelandang serang bukan alasan bagi timnya untuk kehilangan daya saing.

Dalam konferensi pers jelang laga Udinese kontra Inter, Runjaic berbicara terbuka soal kondisi tim dan tantangan yang akan dihadapi, termasuk absennya Zaniolo akibat cedera.

Runjaic: Zaniolo Penting, Tapi Udinese Sudah Pernah Menghadapinya

Runjaic mengakui bahwa Zaniolo merupakan sosok penting dalam skema permainan Udinese.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa timnya pernah menghadapi Inter Milan tanpa kehadiran sang pemain, sehingga situasi ini bukan sesuatu yang benar-benar baru.

“Kami sudah pernah bermain melawan Inter tanpa Zaniolo. Memang terasa paradoks karena ia absen lagi, tapi itulah kenyataannya. Dia pemain yang sangat penting bagi kami dan tentu akan dirindukan,” ujar Runjaic.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski kehilangan pemain kunci, Udinese tidak ingin terjebak dalam rasa pesimistis.

Solusi Kolektif Jadi Kunci Udinese

Alih-alih fokus pada satu individu, Runjaic menekankan pentingnya kekuatan tim secara kolektif.

Menurutnya, Udinese tetap memiliki opsi lain yang siap mengisi peran Zaniolo dan menjaga keseimbangan permainan.

“Kami harus menghadapi situasi ini. Akan ada pemain lain yang menggantikannya dan kami tetap akan menurunkan tim yang kompetitif,” lanjutnya.

Pendekatan ini mencerminkan filosofi Runjaic yang menuntut seluruh pemain siap berkontribusi, terutama saat menghadapi lawan dengan kualitas tinggi seperti Inter Milan.

Inter Kuat, Tapi Bukan Tak Terkalahkan

Meski mengakui kekuatan Inter sebagai salah satu tim terbaik Serie A, Runjaic menolak anggapan bahwa Nerazzurri tidak bisa dilawan.

Ia menegaskan bahwa disiplin, kerja sama tim, dan kemampuan bertahan dalam tekanan akan menjadi faktor penentu.

“Inter adalah tim yang kuat, tapi mereka tidak tak terkalahkan. Sebagai sebuah tim, semuanya harus berfungsi dengan baik. Kami harus tahu bagaimana caranya menderita.”

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Udinese siap bermain dengan mentalitas bertarung, bahkan jika harus mengorbankan dominasi permainan demi hasil positif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*