Kemenangan Inter Milan atas Torino di perempat final Coppa Italia 2025-26 bukan hanya memastikan tiket ke semifinal, tetapi juga menegaskan soliditas skuad Nerazzurri musim ini.
Di balik hasil positif tersebut, mantan kapten Inter, Andrea Ranocchia, memberikan analisis menarik soal kondisi tim, persaingan internal, hingga situasi Marcus Thuram.
Komentar Ranocchia disampaikan usai laga di Monza melalui Mediaset, di mana ia menyoroti bagaimana Inter mampu menjaga keseimbangan antara rotasi pemain dan target prestasi.
Rotasi Pemain Jadi Kunci Kesuksesan Inter
Ranocchia menilai Coppa Italia sebagai ajang penting bagi pemain pelapis untuk membuktikan kualitas mereka. Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat krusial bagi tim dengan skuad besar seperti Inter.
“Turnamen seperti ini memberi kesempatan bagi pemain yang jarang tampil. Selain itu, jika memenangkan trofi, Inter juga bisa tampil di Supercoppa. Bagi tim sebesar Inter, penting untuk terus melaju di semua kompetisi,” ujar Ranocchia.
Ia juga mengakui bahwa Inter sempat mengalami kesulitan di babak kedua, namun tetap mampu mengamankan target utama: kemenangan dan tiket semifinal.
“Inter kesulitan di babak kedua, tetapi mereka mencapai tujuan mereka,”
Grup Sehat dan Persaingan Positif di Ruang Ganti
Salah satu poin utama yang ditekankan Ranocchia adalah kondisi ruang ganti Inter yang dinilainya sangat kondusif. Menurutnya, para pemain cadangan tetap mendukung rekan setim yang bermain sebagai starter.
“Ini adalah grup yang sehat. Bahkan pemain yang jarang bermain tetap senang melihat rekannya tampil,” katanya.
Ia menilai figur-figur senior seperti Lautaro Martinez, Nicolò Barella, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco berperan besar dalam menciptakan atmosfer positif.
“Dalam lingkungan seperti ini, peran pemain-pemain seperti Lautaro, Barella, Bastoni, dan Dimarco sangat besar karena mereka menciptakan suasana yang positif di dalam tim, sehingga para pemain baru bisa cepat beradaptasi. Di tim besar, persaingan memang harus ada,”
Frattesi dan Peran Humanis Chivu
Ranocchia juga menyinggung situasi Davide Frattesi, yang belakangan sempat dikaitkan dengan minimnya menit bermain.
Menurutnya, persaingan di Inter adalah hal yang wajar dan sudah dipahami sejak awal oleh Frattesi.
“Dia tahu bahwa di Inter ada persaingan ketat. Tahun pertama dia menerimanya, lalu wajar jika sekarang meminta lebih banyak ruang,”
Ranocchia menilai pelatih Cristian Chivu memiliki pendekatan yang sangat manusiawi dalam mengelola pemain.
“Chivu pandai berbicara dengan pemain. Dia sangat manusiawi, dan Frattesi pasti akan mendapat kesempatannya,” tambahnya.
Thuram Sedang Turun Performa, Bukan Kehilangan Kualitas
Soal Marcus Thuram, Ranocchia menilai penyerang asal Prancis itu hanya sedang mengalami fase sulit, bukan penurunan kualitas permanen.
“Kemungkinan besar dia menyadarinya, seorang pemain bisa merasakan sendiri ketika dirinya tidak sedang berada dalam momen yang bagus. Persaingan memang ada. Pio memberikan dampak yang kuat. Lautaro adalah kapten, Bonny juga menjadi pesaing lain, dan ini mungkin juga bagian dari proses perkembangan. Dia datang, lalu meledak, dan sekarang mulai merasakan persaingan.”

Leave a Reply