Maraton padat Inter Milan terus berlanjut. Baru saja menuntaskan kemenangan sulit atas Lecce, Nerazzurri kembali turun ke lapangan tanpa banyak waktu pemulihan.
Kali ini, ujian berat menanti di Bluenergy Stadium, markas Udinese, dalam laga pekan ke-21 Serie A 2025-26, Sabtu (17/1/2026) pukul 21.30 WIB.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Inter tentu belum lupa kekalahan mengejutkan di San Siro pada pertemuan pertama, 1 September lalu.
Kini situasinya berbeda. Inter Milan punya ambisi besar untuk tak mengulang kesalahan lama. Cristian Chivu sadar betul, laga ini menuntut lebih dari sekadar kualitas: manajemen energi dan rotasi jadi kunci utama.
Kondisi Terkini Udinese: Runjaic Andalkan Fisik dan Disiplin
Udinese menghadapi laga ini dengan sejumlah keterbatasan. Zaniolo absen akibat skorsing dan cedera, memaksa pelatih Kosta Runjaic merombak sektor serang.
Absennya Buksa membuat opsi semakin terbatas, sehingga Atta diproyeksikan bermain di belakang Davis dalam skema 3-5-1-1 yang cenderung pragmatis.
Ciri khas Udinese tetap sama: intensitas tinggi, duel fisik, dan organisasi permainan yang rapat.
Kristensen kembali ke starting XI, sementara lini tengah masih menyisakan duel antara Piotrowski dan Miller.
Di sisi kiri, Bertola lebih diunggulkan ketimbang Kamara.
Strategi Udinese jelas: menutup ruang, memaksa Inter bekerja ekstra, dan memanfaatkan setiap celah sekecil apa pun.
Kondisi Inter: Saatnya Frattesi Unjuk Gigi
Cristian Chivu kini lebih menyerupai seorang chef berpengalaman ketimbang sekadar pelatih. Setiap pertandingan membutuhkan racikan tepat, dengan takaran yang pas agar performa tetap maksimal di tengah jadwal super padat.
Minimnya waktu istirahat membuat rotasi tak terhindarkan, dan di sinilah momen Davide Frattesi tiba. Gelandang Italia ini diprediksi turun sebagai starter untuk menyuntikkan energi dan agresivitas dari lini kedua.
Dibanding laga tengah pekan, Inter akan melakukan beberapa perubahan. Bisseck, Luis Henrique, Dimarco, Pio Esposito, dan Lautaro Martinez kembali ke starting XI.
Di lini tengah, Barella lebih difavoritkan sebagai regista, sementara Mkhitaryan bersaing dengan Petar Sucic.
Di sektor belakang, Carlos Augusto berpeluang memberi waktu istirahat bagi Bastoni, sementara posisi Akanji masih belum pasti.
Kabar baiknya, beberapa talenta muda seperti Cocchi dan Bovo turut masuk daftar pemain.
Sejumlah nama penting masih menepi: Dumfries, Calhanoglu, Josep Martinez, Palacios, dan Di Gennaro.
Prediksi Susunan Pemain Versi FCInternews.it
UDINESE (3-5-1-1): Okoye; Kristensen, Kabasele, Solet; Zanoli, Piotrowski, Karlström, Ekkelenkamp, Bertola; Atta; Davis.
Pelatih: Kosta Runjaic
Cadangan: Sava, Padelli, Nunziante, Goglichidze, Ehizibue, Kamara, Rui Modesto, Zarraga, Miller, Lovric, Camara, Gueye, Bayo.
Skorsing: Zaniolo (1).
Absen: Zaniolo, Zemura, Buksa.
INTER (3-5-2): Sommer; Bisseck, Akanji, Carlos Augusto; Luis Henrique, Frattesi, Barella, Mkhitaryan, Dimarco; Esposito, Lautaro.
Pelatih: Cristian Chivu
Cadangan: Calligaris, Taho, Acerbi, De Vrij, Bastoni, Darmian, Cocchi, Bovo, Zielinski, Sucic, Diouf, Bonny, Thuram.
Skorsing: –
Absen: Di Gennaro, Palacios, Dumfries, Martinez, Calhanoglu.

Leave a Reply