Proyek stadion baru di kawasan San Siro akhirnya memasuki fase yang semakin konkret. Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, secara terbuka mengungkapkan target ambisius: pertandingan perdana di stadion baru diharapkan bisa digelar pada tahun 2030.
Dalam wawancaranya bersama DAZN, Marotta menegaskan bahwa proyek ini merupakan kolaborasi strategis dengan rival sekota, AC Milan.
Kedua klub sepakat membangun arena modern yang mampu menjawab tantangan sepak bola masa depan.
Proyek Bernilai Lebih dari €1 Miliar
Stadion baru ini diperkirakan menelan biaya lebih dari €1 miliar. Namun bagi Inter dan Milan, angka tersebut dianggap sebagai investasi jangka panjang yang mutlak diperlukan.
Stadion anyar ini dirancang untuk:
- Beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu
- Menghasilkan pemasukan sepanjang tahun
- Memenuhi standar keamanan dan kenyamanan modern
- Menghadirkan pengalaman hospitality kelas dunia
Menurut Marotta, stadion lama San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza memang ikonik dan sarat sejarah. Namun usia bangunan yang sudah tua membuatnya tidak lagi memenuhi standar stadion elite Eropa saat ini.
“Stadion harus berfungsi sebagai fasilitas yang aktif 24 jam sehari, 7 hari seminggu. San Siro sudah tidak lagi memenuhi persyaratan tersebut karena usianya,”
“Rata-rata usia stadion di Italia sekitar 60 tahun, karena itu dibutuhkan stadion baru yang tetap menghormati nilai dan emosi yang telah diberikan San Siro kepada berbagai generasi. Meazza adalah sebuah ikon,”
Target 2030 dan EURO 2032
Target 2030 bukan tanpa alasan. UEFA telah memberi sinyal bahwa stadion saat ini tidak akan memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah UEFA Euro 2032.
Marotta menegaskan bahwa membayangkan kota Milan tidak menjadi bagian dari tuan rumah Euro adalah sesuatu yang “tidak terpikirkan.”
“Harapannya kami sudah memiliki stadion baru pada tahun 2030, sedikit sebelum Kejuaraan Eropa dimulai,” ujar Marotta.
“Membayangkan Milan tidak menjadi bagian dari stadion tuan rumah Euro adalah sesuatu yang tak terbayangkan. Milan harus hadir,”
Baik pemilik Inter, Oaktree, maupun pemilik Milan, RedBird, disebut telah menyelaraskan investasi mereka untuk memastikan proyek ini terealisasi tepat waktu.
Arsitek Kelas Dunia di Balik Proyek
Untuk memastikan kualitas dan visi global, proyek ini akan digarap oleh arsitek ternama asal Inggris, Norman Foster, bersama firma arsitektur olahraga Manica.
Marotta menyebut keduanya sebagai ikon arsitektur olahraga dunia yang akan membawa Milan kembali sejajar dengan kota-kota sepak bola elite Eropa.
“Kemudian kami akan beralih ke penyusunan masterplan dan proyek sebenarnya, yang akan dikembangkan oleh Foster dan Manica, dua ikon arsitektur olahraga dan lainnya. Saya bisa mengatakan bahwa targetnya adalah menggelar pertandingan pertama pada tahun 2030,”
Tantangan Terbesar: Birokrasi, Bukan Dana
Menariknya, Marotta menegaskan bahwa kendala utama bukanlah soal pendanaan.
“Ini bukan masalah uang. Modal bisa ditemukan. Masalahnya adalah birokrasi yang sangat kaku,”
Ia mengungkapkan fakta mencolok: Dalam 20 tahun terakhir, Eropa membangun sekitar 250 stadion baru, namun hanya lima di antaranya berada di Italia. Angka ini menunjukkan betapa tertinggalnya infrastruktur olahraga Italia dibanding negara lain.
“Dalam 20 tahun terakhir, Eropa telah membangun 250 stadion baru, dan hanya 5 di antaranya berada di Italia,”
Proses perizinan yang panjang dan berbelit disebut menjadi hambatan utama, dan Marotta berharap adanya peran komisaris khusus untuk mempercepat prosedur.
Masa Depan Sepak Bola Milan
Stadion baru bukan sekadar bangunan fisik. Bagi Inter dan Milan, ini adalah simbol transformasi:
- Meningkatkan daya saing finansial
- Menarik investor dan sponsor global
- Mengangkat kembali status Milan sebagai pusat sepak bola elite Eropa
- Memberi pengalaman terbaik bagi generasi baru suporter
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, 2030 akan menjadi tahun bersejarah, bukan hanya bagi Inter dan Milan, tetapi juga bagi sepak bola Italia secara keseluruhan.

Leave a Reply