Posisi Puncak di Akhir Tahun Bukan Jaminan Scudetto

Inter Milan menutup tahun kalender 2025 dengan cara terbaik. Kemenangan penting di markas Atalanta membuat skuad asuhan Cristian Chivu mengakhiri tahun ini di puncak klasemen Serie A.

Ini sebuah sinyal positif bagi Nerazzurri, namun sejarah menunjukkan bahwa posisi teratas di akhir tahun belum tentu berujung Scudetto.

Prestasi ini tentu layak diapresiasi. Inter Milan menunjukkan konsistensi, kedewasaan taktik, serta kemampuan mengelola laga besar, terutama dalam duel krusial seperti di Bergamo.

Namun, jika menilik catatan masa lalu, euforia akhir tahun perlu dibarengi kewaspadaan.

Statistik Bicara: Tidak Selalu Berakhir Manis

Harian Il Giorno mengulas data menarik terkait “kutukan” atau mitos capolista akhir tahun dalam satu dekade terakhir Serie A. Sejak musim 2014/2015, tercatat:

  • 6 kali tim yang memimpin klasemen di akhir tahun kalender berhasil menjuarai Serie A
  • 5 kali justru gagal mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim

Angka ini menunjukkan peluang yang nyaris seimbang, sebuah pengingat bahwa perjalanan menuju Scudetto masih panjang dan penuh jebakan.

Inter dan Kenangan yang Beragam

Menariknya, Inter memiliki sejarah yang cukup kontras dalam konteks ini. Dalam tiga kesempatan berbeda selama satu dekade terakhir, Nerazzurri sempat menutup tahun di puncak klasemen, namun akhirnya harus merelakan Scudetto ke tangan rival.

Sebaliknya, ada pula kisah manis. Pada musim 2020/2021, Inter justru berada di bawah AC Milan saat pergantian tahun, namun bangkit luar biasa dan finis sebagai juara Serie A di akhir musim.

Dua musim lalu pun, Inter era Simone Inzaghi berhasil mematahkan mitos dengan memimpin klasemen baik di akhir Desember maupun saat kompetisi berakhir.

Era Chivu: Momentum atau Ujian Konsistensi?

Bagi Cristian Chivu, situasi ini adalah ujian mental dan manajemen skuad. Menjadi pemimpin klasemen berarti Inter kini menjadi target utama lawan.

Setiap laga akan dihadapi dengan intensitas lebih tinggi, setiap kesalahan akan dibayar mahal.

Keunggulan Inter saat ini terletak pada kedalaman skuad, fleksibilitas taktik, serta kontribusi pemain muda yang mulai matang.

Namun, jadwal padat, potensi cedera, dan tekanan mental di paruh kedua musim akan menjadi faktor penentu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*