Inter Milan kembali menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat Scudetto. Kemenangan tipis namun krusial 1-0 atas Udinese pada pekan ke-21 Serie A 2025-26 menjadi bukti lain kematangan tim asuhan Cristian Chivu.
Di balik gol penentu Lautaro Martinez, ada satu sosok yang perannya kerap luput dari sorotan utama, namun justru sangat menentukan: Francesco Pio Esposito.
Delapan Kemenangan dari Sembilan Laga, Inter Tak Terbendung
Delapan kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir menjadi sinyal jelas konsistensi Inter.
Bermain di Bluenergy Stadium, stadion yang secara historis selalu menyulitkan Nerazzurri tampil efisien, sabar, dan matang.
Gol Lautaro yang lahir dari kerja sama apik dengan Pio Esposito menjadi pembeda dalam laga berintensitas tinggi tersebut.
Inter bukan hanya menang, tapi menang dengan cara tim besar: tahu kapan harus menekan, kapan mengontrol tempo, dan kapan mematikan lawan.
“Pi-La”, Duet yang Menerangi Puncak Klasemen
La Gazzetta dello Sport menyebut duet Pio Esposito-Lautaro Martinez sebagai “Pi-La”, obor yang menerangi puncak klasemen Serie A. Lautaro, sang kapten dan top skor liga dengan 11 gol, terus menunjukkan ketajamannya. Namun menariknya, tiga dari gol tersebut lahir berkat assist langsung dari Pio Esposito.
Esposito mungkin bukan striker dengan sentuhan terbanyak, tapi setiap aksinya memiliki dampak besar.
Ia bermain sebagai “penopang sempurna”: kuat dalam duel, cerdas membaca ruang, dan rela bekerja untuk kepentingan tim.
Assist yang Lahir dari Kecerdasan Taktis
Gol kemenangan di Udine adalah contoh ideal kontribusi Pio Esposito. Pergerakannya ke tiang dekat memancing umpan vertikal Piotr Zielinski.
Dengan satu sentuhan cepat, Pio menyodorkan bola ke ruang kosong, tempat Lautaro sudah membaca situasi dan menyelesaikannya dengan kelas.
Ini bukan kebetulan, melainkan hasil pemahaman taktis dan chemistry yang terus berkembang. Lautaro tahu kapan harus menunggu, Pio tahu kapan harus menjadi fasilitator.
Statistik yang Bicara: Pio Esposito Bukan Striker Biasa
Angka-angka menegaskan betapa pentingnya Pio Esposito dalam sistem Chivu:
- 4 assist di Serie A (vs Pisa, Atalanta, Parma, dan Udinese)
- 6 assist di semua kompetisi (termasuk 2 di Liga Champions)
- 4 gol di semua ajang
- 17 umpan sukses dari 25 sentuhan
- 3 pelanggaran diterima
- 4 duel dimenangkan
- 3 spon sukses
Statistik ini menggambarkan profil striker modern: bukan hanya pencetak gol, tapi juga penghubung permainan yang membuat pemain di sekitarnya tampil lebih baik.
Spalla Perfetta untuk Lautaro Martinez
Pio Esposito adalah tipe penyerang yang “membuat orang lain bersinar”. Ia membuka ruang, menahan bek lawan, dan memudahkan Lautaro untuk fokus pada satu hal: mencetak gol. Inilah alasan mengapa performa kapten Inter Milan terlihat semakin tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Cristian Chivu menemukan formula ideal: striker muda yang lapar, disiplin, dan tak egois, berpadu dengan bomber berpengalaman yang mematikan di kotak penalti.

Leave a Reply