Persaingan di lini serang Inter Milan kian memanas. Wonderkid Italia, Francesco Pio Esposito dikabarkan berpeluang besar menggeser posisi Marcus Thuram dalam hierarki penyerang Nerazzurri, seiring menurunnya performa striker asal Prancis tersebut.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip FCInter1908, penurunan performa Thuram telah berdampak langsung pada statusnya di tim utama. Situasi ini membuka pintu bagi Pio Esposito untuk tampil lebih reguler dan mengambil peran penting di skuat asuhan Cristian Chivu.
Marcus Thuram Kehilangan Ketajaman Usai Cedera
Sejak didatangkan secara gratis pada musim panas 2023, Marcus Thuram langsung menjadi titik sentral serangan Inter Milan. Kecepatan, fisik, dan kontribusi golnya membuat ia sulit tergantikan dalam waktu lama.
Namun, musim ini berjalan berbeda. Cedera panjang yang dialaminya terbukti memengaruhi performa sang striker. Thuram kini tampak kesulitan menemukan kembali ritme terbaiknya, terutama di laga-laga krusial.
Statistiknya pun mengkhawatirkan. Thuram gagal mencetak gol dalam lima laga beruntun Liga Champions, setelah sempat mencetak dua gol ke gawang Ajax pada matchday pembuka.
Di Serie A, ia hanya mampu mengemas tiga gol dari sepuluh pertandingan sejak kembali dari cedera pada November.
Pio Esposito Naik Daun, Chivu Siap Beri Kepercayaan
Situasi ini membuat Cristian Chivu mempertimbangkan perubahan signifikan. Francesco Pio Esposito, salah satu talenta paling menjanjikan Italia saat ini, disebut siap diberi peran lebih besar di lini depan.
Pio Esposito dinilai memiliki karakteristik yang cocok dengan filosofi permainan Inter: agresif, cerdas dalam membaca ruang, dan klinis di kotak penalti.
Performa impresifnya di level junior dan menit bermain yang efektif membuat staf pelatih yakin ia siap naik level.
Tak menutup kemungkinan, Pio Esposito akan berduet langsung dengan Lautaro Martinez dalam laga melawan Pisa pada akhir pekan ini sebuah sinyal kuat perubahan struktur serangan Inter Milan.
Ancaman Nyata bagi Status Marcus Thuram
Jika performa Thuram tak kunjung membaik, posisi di bangku cadangan bisa menjadi kenyataan.
Di klub sebesar Inter Milan, nama besar tak menjamin tempat utama, terlebih ketika talenta muda tampil lebih lapar dan efektif.
Chivu sendiri dikenal sebagai pelatih yang berani memberi kepercayaan kepada pemain muda, selama mereka menunjukkan kesiapan secara mental dan taktis.
Awal Era Baru Inter Milan?
Kemungkinan duet Lautaro Martinez–Francesco Pio Esposito bukan sekadar eksperimen jangka pendek.
Banyak pihak menilai ini bisa menjadi awal era baru di San Siro, dengan Inter mulai membangun identitas segar yang dipimpin oleh talenta lokal berkualitas tinggi.
Jika Pio Esposito mampu memanfaatkan kesempatan ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi wajah baru lini serang Inter Milan, sekaligus simbol regenerasi yang sukses di tubuh Nerazzurri.

Leave a Reply