Perinetti: Scudetto Hampir Pasti Milik Inter Milan

Perebutan gelar Serie A musim ini semakin mengarah pada satu kesimpulan. Menurut pengamat sepak bola Italia sekaligus direktur umum Athletic Palermo, Giorgio Perinetti, gelar Scudetto kini secara “virtual” sudah berada di tangan Inter Milan.

Pernyataan tersebut muncul setelah kekalahan mengejutkan AC Milan dari Lazio, hasil yang dinilai semakin memperlebar jalan Nerazzurri menuju Scudetto musim ini.

Kekalahan Milan Buka Jalan Inter

Dalam wawancaranya dengan media Italia TuttoMercatoWeb, Perinetti menilai peluang Inter untuk menjadi juara kini sangat besar.

Menurutnya, kekalahan Milan praktis memberikan keuntungan besar bagi Inter dalam perburuan gelar.

“Scudetto secara virtual sudah milik Inter. Kekalahan Milan dari Lazio menyerahkan gelar itu kepada Nerazzurri. Kecuali ada perkembangan yang benar-benar mengejutkan, saya yakin tim asuhan Chivu akan memenangkan liga,” ujar Perinetti.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konsistensi Inter sepanjang musim menjadi faktor utama yang membuat mereka berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar.

Chivu Dianggap Berhasil Menjawab Keraguan

Salah satu sosok yang mendapat pujian besar dari Perinetti adalah pelatih Inter, Cristian Chivu.

Saat pertama kali dipercaya menangani Inter, Chivu sempat menghadapi keraguan dari berbagai pihak karena minimnya pengalaman sebagai pelatih di level tertinggi. Namun, perlahan ia berhasil membuktikan kapasitasnya.

Perinetti menilai Chivu mampu memberikan sesuatu yang lebih bagi Inter, baik dari segi taktik maupun manajemen tim.

“Dia adalah pelatih muda yang sangat siap. Chivu mampu mengelola tim dengan baik dan memberikan sesuatu yang lebih kepada Inter melalui kompetensi dan perhatian terhadap detail,” jelasnya.

Keberhasilan Chivu menjaga stabilitas tim di tengah tekanan kompetisi menjadi salah satu alasan Inter tampil konsisten sepanjang musim.

Napoli dan Milan Dinilai Punya Masalah Berbeda

Selain memuji Inter, Perinetti juga menjelaskan alasan mengapa dua pesaing utama mereka gagal menjaga konsistensi dalam perburuan gelar, yakni Napoli dan Milan.

Menurutnya, Napoli mengalami musim yang sangat berat karena dihantam berbagai masalah cedera pemain. Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada pelatih mereka, Antonio Conte.

“Napoli menjalani musim yang sangat rumit karena banyaknya cedera. Conte berusaha menyelamatkan musim dengan membawa tim lolos ke Liga Champions, dan menurut saya itu sudah maksimal,” katanya.

Sementara itu, Milan dinilai tampil cukup baik sepanjang musim, tetapi tidak memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk benar-benar bersaing memperebutkan Scudetto.

“Milan menjalani musim yang bagus, tetapi mereka tidak benar-benar dibangun untuk memenangkan liga. Inter memiliki skuad yang paling lengkap.”

Pendapat Perinetti mencerminkan pandangan banyak pengamat sepak bola Italia saat ini. Inter dinilai memiliki keseimbangan terbaik dalam skuad, kombinasi pengalaman dan kualitas individu yang membuat mereka unggul dari rival-rivalnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*