Federico Dimarco sedang berada dalam momen terbaiknya bersama Inter Milan. Performa sang bek sayap kiri terus menanjak dengan kontribusi gol, assist, dan kreativitas yang semakin konsisten.
Namun, di balik peningkatan statistik tersebut, ada perubahan taktis besar yang jarang disadari publik. Berdasarkan analisis yang dibahas dalam program Elastici oleh jurnalis Stefano Ferrè, bahwa Dimarco kini memainkan peran berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.
Dan menariknya, transformasi ini tak lepas dari peran Alessandro Bastoni dan Luis Henrique.
Statistik Tak Terbantahkan: Dimarco Kini Lebih Ofensif
Menurut analisis Ferrè, ada lonjakan signifikan dalam angka-angka Dimarco:
- Jumlah peluang yang diciptakan hampir dua kali lipat
- Peningkatan pada metrik expected threats (xT)
- Lebih banyak progressive passes atau umpan ke depan
- Posisi bermain yang jauh lebih tinggi di lapangan
Dimarco kini bukan sekadar wing-back tradisional. Ia bermain lebih dekat ke kotak penalti lawan, lebih agresif dalam menyerang, dan lebih fokus pada fase akhir permainan.
“Dia bermain lebih maju, bukan hanya saat memegang bola, tapi memang posisinya lebih tinggi,” ungkap Ferrè.
Perubahan ini membuat Dimarco secara fungsional semakin menyerupai winger murni dibanding bek sayap klasik dalam sistem tiga bek Inter Milan.
Peran Krusial Bastoni: Bek Rasa Fullback
Salah satu faktor utama perubahan peran Dimarco adalah adaptasi taktik di sisi kiri pertahanan Inter Milan.
Kini, Alessandro Bastoni kerap melebar saat fase build-up, hampir seperti fullback kiri. Pergerakan ini memberi dua dampak besar:
- Dimarco tak lagi terlalu terlibat dalam fase konstruksi awal.
- Ia dibebaskan untuk fokus di area sepertiga akhir lapangan.
Dengan Bastoni yang membantu distribusi dari belakang, Dimarco tidak perlu turun terlalu dalam untuk membangun serangan. Energinya lebih terjaga untuk momen-momen menentukan di wilayah lawan.
Luis Henrique dan Keseimbangan Sisi Kanan
Di sisi berlawanan, kehadiran Luis Henrique juga memberi keseimbangan taktis penting.
Meski tidak memiliki akselerasi eksplosif seperti Dimarco, Luis Henrique dinilai lebih nyaman dalam permainan jarak dekat dan kombinasi sempit. Ia cenderung turun lebih dalam untuk membantu sirkulasi bola.
Hasilnya?
Inter memiliki struktur asimetris:
- Sisi kiri: lebih eksplosif dan vertikal melalui Dimarco
- Sisi kanan: lebih sabar dan teknis melalui Luis Henrique
Struktur ini membuat peran Dimarco semakin spesifik dan tajam.
Dimarco “Dibebaskan” dari Fase Build-Up
Ferrè menegaskan bahwa kini Dimarco lebih “dijaga” untuk fase ofensif.
Ia tidak lagi terlalu difokuskan pada:
- Distribusi awal dari belakang
- Rotasi build-up yang kompleks
- Pergerakan diagonal defensif panjang seperti sebelumnya
Sebaliknya, ia dipreservasi untuk setengah lapangan lawan—zona di mana ia paling berbahaya.
Statistik gol dan assist yang terus meningkat menjadi bukti efektivitas pendekatan ini.
Titik Lemah: Serangan dari Sisi Lemah
Meski transformasi ini membawa dampak positif, ada satu potensi kelemahan.
Saat lawan menyerang melalui sisi lemah (weak side), Dimarco kini lebih jarang melakukan diagonal defensif panjang seperti musim-musim sebelumnya.
Namun, kelemahan ini tertutupi oleh:
- Perlindungan gelandang yang lebih disiplin
- Penyesuaian struktur pertahanan
- Koordinasi lini belakang yang lebih solid
Sentuhan Taktis Cristian Chivu
Tak kalah penting, Ferrè juga menyoroti peran pelatih Cristian Chivu dalam perkembangan Dimarco.
Pendekatan taktis yang lebih fleksibel dan berbasis data memungkinkan Inter memaksimalkan kelebihan pemain tanpa membebani mereka secara berlebihan dalam fase yang bukan kekuatan utamanya.
Dimarco kini:
- Lebih efisien
- Lebih eksplosif
- Lebih menentukan
Bukan sekadar rajin naik-turun, tapi benar-benar menjadi senjata ofensif utama.
Evolusi Dimarco: Dari Wing-Back ke Winger Modern
Transformasi ini menandai evolusi penting dalam karier Federico Dimarco.
Ia bukan lagi sekadar:
- Bek sayap pekerja keras
- Spesialis crossing
- Eksekutor bola mati
Kini ia adalah:
- Playmaker sisi kiri
- Ancaman gol dari lini kedua
- Winger modern dalam sistem tiga bek
Dan data membuktikan perubahan itu nyata.

Leave a Reply