Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, secara terbuka mengakui ketertarikan klubnya terhadap gelandang andalan Inter Milan, Hakan Calhanoglu.
Dalam wawancara bersama media Italia, Buruk tak menutupi keinginannya membawa Calhanoglu kembali ke Turki. Pernyataan “kami menunggunya dengan tangan terbuka” sontak memanaskan bursa transfer musim panas dan memicu pertanyaan besar: apakah Inter siap kehilangan motor lini tengahnya?
Okan Buruk Terang-Terangan Rayu Calhanoglu
Buruk mengaku telah mengenal Calhanoglu selama 15 tahun. Ia juga menyebut sang pemain sebagai penggemar Galatasaray sejak kecil, sebuah faktor emosional yang bisa menjadi penentu di masa depan.
“Saya sudah mengenal Hakan selama lima belas tahun,” ucap Buruk.
“Hakan adalah fans Galatasaray. Para suporter kami tentu ingin melihatnya bermain di sini. Katakan saja kami menunggunya dengan tangan terbuka.”
Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi. Musim panas lalu, Calhanoglu sempat dikabarkan membuka komunikasi dengan klub Istanbul tersebut. Meski negosiasi dengan agen sang pemain sudah berjalan, kedua klub gagal mencapai kesepakatan.
Pada akhirnya, mantan pemain AC Milan itu memilih bertahan di San Siro dan kembali menegaskan komitmennya bersama Inter.
Bangkit Bersama Cristian Chivu
Keputusan bertahan terbukti tepat. Di bawah asuhan pelatih baru Cristian Chivu, Calhanoglu tampil luar biasa musim ini.
Chivu dinilai berhasil menghidupkan kembali performa terbaik gelandang senior tersebut tanpa mengubah fondasi permainan yang sudah solid. Buruk sendiri memberikan pujian khusus untuk mantan bek Inter itu:
“Chivu adalah pemain yang cerdas, jadi saya tidak terkejut dia sukses sebagai pelatih. Dia mengenal lingkungan klub dan membawa idenya tanpa merusak sistem yang sudah berjalan baik,”
Secara statistik, kontribusi Calhanoglu sangat signifikan. Dari 17 penampilan di Serie A, ia mencetak tujuh gol dan menyumbang dua assist, angka impresif untuk seorang gelandang tengah yang juga berperan sebagai regista.
Perannya bukan hanya soal angka. Ia adalah pengatur tempo, eksekutor bola mati utama, sekaligus pemimpin di ruang ganti.
Kontrak hingga 2027, Tapi Inter dalam Dilema
Meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, situasi ini justru menempatkan Inter dalam posisi sulit. Mengapa?
Jika pembicaraan kontrak baru tak kunjung mencapai kesepakatan, nilai jual Calhanoglu berpotensi menurun dalam dua tahun ke depan. Musim panas mendatang bisa menjadi momen krusial bagi manajemen Nerazzurri: mempertahankan sang bintang dengan kontrak baru atau menjualnya demi menghindari risiko kehilangan nilai pasar.
Tekanan akan semakin besar jika Galatasaray datang dengan tawaran konkret, terlebih dengan faktor emosional dan status Calhanoglu sebagai ikon sepak bola Turki.
Faktor Emosional vs Proyek Juara
Buruk sendiri memiliki hubungan historis dengan Inter. Ia pernah membela Nerazzurri pada periode 2001–2004. Meski kariernya di Italia tidak terlalu gemilang, ia tetap mengikuti perkembangan Serie A.
Menariknya, Buruk juga mengakui bahwa Inter tetap menjadi favorit dalam perburuan Scudetto musim ini. Artinya, proyek olahraga Inter masih sangat kompetitif dan menjanjikan trofi.
“Saya mengikuti sepak bola Italia dengan saksama. Siapa tahu, mungkin suatu hari nanti saya akan kembali sebagai pelatih,”
“Inter tetap menjadi favorit untuk Scudetto, dan mereka memiliki manajer yang hebat.”
Di sisi lain, pulang ke Galatasaray akan menjadi kisah sentimental bagi Calhanoglu, kesempatan menjadi simbol nasional di usia matang kariernya.

Leave a Reply