Kekalahan Inter Milan dari Arsenal di matchday 7 Liga Champions 2025-26 memantik berbagai analisis dari para pengamat sepak bola Eropa.
Salah satunya datang dari mantan striker Nerazzurri, Goran Pandev, yang memberikan pandangannya saat menjadi analis di studio Sky Sport.
Meski mengakui Arsenal tampil lebih superior, Pandev menilai Inter tetap memiliki dua catatan positif penting dari laga berat di San Siro tersebut.
Awal Sulit, Arsenal Terlalu Kuat
Menurut Pandev, pertandingan berjalan tidak ideal bagi Inter sejak menit-menit awal. Gol cepat Arsenal membuat pasukan Cristian Chivu harus mengejar ketertinggalan sejak dini.
“Pertandingan dimulai dengan buruk karena Inter langsung tertinggal. Padahal mereka sempat memiliki beberapa peluang yang, jika masuk, bisa mengubah jalannya laga,” ujar Pandev.
Legenda asal Makedonia Utara itu tak ragu mengakui kualitas lawan. Di bawah asuhan Mikel Arteta, Arsenal dinilainya sebagai salah satu tim paling siap dan konsisten di Eropa saat ini.
“Arsenal memang lebih kuat, berada dalam kondisi terbaik, dan sedang melakukan hal-hal luar biasa. Mereka adalah lawan yang sangat sulit untuk dihadapi pada momen seperti ini. Tidak mudah bagi Inter,” tambahnya.
Dua Poin Krusial yang Terlewat
Pandev juga menyinggung posisi Inter di klasemen fase liga Liga Champions. Menurutnya, kegagalan Nerazzurri bukan hanya terjadi saat melawan Arsenal.
“Dua poin yang hilang adalah yang seharusnya didapat dari laga melawan Atletico Madrid dan Liverpool,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa perjalanan Inter di Eropa musim ini ditentukan oleh detail kecil dan konsistensi, bukan semata satu kekalahan.
Esposito dan Sucic, Dua Sinar Terang di Tengah Kekalahan
Meski malam itu terasa pahit bagi Inter, Pandev menyoroti dua pemain muda yang tampil impresif dan memberi harapan besar bagi masa depan klub: Francesco Pio Esposito dan Petar Sucic.
“Ini memang malam negatif untuk Inter, tetapi dua pemain muda, Esposito dan Sucic, bermain sangat baik,”
Pandev bahkan mengungkapkan bahwa isu peremajaan skuad sempat ia diskusikan bersama Presiden Inter, Giuseppe Marotta. Namun, menurutnya, Inter sejatinya sudah memiliki solusi dari dalam.
“Kami berbicara dengan Marotta soal kebutuhan meremajakan tim, tetapi dua pemain ini sudah ada di dalam skuad dan terintegrasi dengan sangat baik.”
Sucic Bersinar, Esposito Menjanjikan
Pujian tertinggi Pandev malam itu diarahkan kepada Petar Sucic. Gelandang asal Kroasia tersebut dinilai sebagai pemain terbaik Inter di laga tersebut.
“Sucic adalah yang terbaik untuk Inter malam ini. Dia memainkan pertandingan yang luar biasa dan bahkan bisa mencetak gol kedua jika sedikit lebih egois. Tapi dia lebih suka memberi assist,” jelas Pandev.
Sementara itu, Pio Esposito juga mendapat apresiasi berkat intensitas dan keberaniannya dalam menyerang.
“Esposito bermain dengan intensitas tinggi dan dalam lima menit sempat beberapa kali melepaskan tembakan. Mereka berdua adalah pemain yang sangat penting.” Tutup Pandev.

Leave a Reply