Moussa Diaby Bertahan di Al-Ittihad, Tawaran Inter Resmi Ditolak

Inter Milan mendapat kabar kurang menyenangkan dari bursa transfer. Upaya Nerazzurri untuk mendatangkan Moussa Diaby dari Al-Ittihad resmi menemui jalan buntu setelah klub asal Arab Saudi tersebut menolak proposal yang diajukan.

Menurut laporan pakar ternama Fabrizio Romano, Al-Ittihad telah memberi tahu Diaby beserta agennya bahwa mereka tidak bersedia melepas sang pemain ke Inter pada jendela transfer Januari ini.

Detail Tawaran Inter dan Penolakan Al-Ittihad

Inter sebelumnya mengajukan skema peminjaman dengan opsi pembelian permanen senilai 35 juta euro. Namun, tawaran tersebut tidak mampu menggoyahkan sikap klub asal Jeddah.

Jurnalis Prancis, Fabrice Hawkins, turut mengonfirmasi bahwa negosiasi antara kedua klub tidak berkembang dan justru cenderung mandek.

Dalam unggahannya di media sosial, Hawkins menulis:

“Moussa Diaby tetap bertahan di Al-Ittihad.”

Al-Ittihad disebut mematok harga sekitar 40 juta euro untuk sang pemain. Bahkan, tawaran lain dari Inter berupa pinjaman dengan kewajiban beli sebesar 28 juta euro juga ditolak mentah-mentah.

Alasan Al-Ittihad Pertahankan Diaby

Keputusan Al-Ittihad mempertahankan Diaby bukan tanpa alasan. Winger berusia 26 tahun itu masih menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

Dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan duel satu lawan satu yang mumpuni, Diaby dianggap sebagai aset utama di lini serang Al-Ittihad.

Selain itu, kontraknya yang masih berlaku hingga 2029 membuat posisi klub semakin kuat dalam negosiasi.

Dampak bagi Strategi Transfer Inter

Gagalnya perekrutan Diaby menjadi pukulan bagi rencana Inter untuk memperkuat sektor bek sayap. Pelatih Cristian Chivu sebelumnya menginginkan tambahan pemain cepat dan eksplosif guna menambah variasi serangan.

Dengan kegagalan ini, manajemen Inter kini harus segera mengalihkan fokus ke target lain yang lebih realistis.

Giuseppe Marotta dan Piero Ausilio dipastikan bergerak cepat untuk mencari alternatif, mengingat waktu bursa transfer yang semakin menipis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*