Media Italia Soroti Kesalahan Individu Sebagai Biang Kerok Kekalahan Inter di Laga Krusial

Inter Milan kembali menjadi sasaran kritik tajam media Italia setelah gagal melewati hadangan Bologna di ajang Supercoppa Italiana.

Kali ini, sorotan diarahkan pada rentetan kesalahan individu yang dinilai terus berulang setiap kali Nerazzurri menghadapi rival langsung di laga krusial.

Harian ternama Corriere dello Sport bahkan menggambarkan situasi Inter seperti “memutar ulang film yang sama”. Setiap kali tensi pertandingan meningkat, hasilnya pun nyaris selalu serupa: Inter kesulitan memenuhi ekspektasi.

Rekor Buruk Inter Milan di Laga Besar

Fakta di lapangan memperkuat kritik tersebut. Sepanjang musim ini, dengan pengecualian kemenangan atas AS Roma, Inter Milan gagal memenangkan satu pun duel besar melawan rival langsung di semua kompetisi.

Kekalahan dari Bologna di Supercoppa menjadi bab terbaru dari cerita yang dianggap semakin mengkhawatirkan.

Menurut media Italia, masalah utama bukan terletak pada kolektivitas tim, melainkan pada momen-momen krusial yang selalu diwarnai kesalahan fatal.

“Satu-satunya hal yang berubah hanyalah nama pemain yang melakukan kesalahan penentu,” tulis Corriere dello Sport dengan nada pedas.

Bukan Taktik, Tapi Mentalitas yang Dipertanyakan

Menariknya, media menegaskan bahwa gaya bermain dan organisasi Inter tidak menjadi masalah utama.

Pendekatan yang diterapkan Cristian Chivu dinilai sudah tepat dan kompetitif. Namun, fokus kritik justru mengarah pada pemain-pemain yang kerap mengambil keputusan keliru di saat paling sensitif.

Ironisnya, kesalahan tersebut tidak hanya datang dari pemain muda atau pelapis. Beberapa figur paling berpengalaman pun dianggap turut berkontribusi, seperti yang terlihat dari eksekusi penalti gagal yang akhirnya memastikan tersingkirnya Inter dari Supercoppa.

Hal ini menguatkan anggapan bahwa persoalan Inter lebih bersifat psikologis ketimbang teknis.

Kurangnya Ketajaman dan Kesadaran Bahaya

Media Italia menggambarkan masalah Inter sebagai kombinasi dari:

  • Minimnya sikap kejam di depan gawang
  • Kurang dingin dalam membaca situasi genting
  • Rendahnya kesadaran terhadap bahaya di momen krusial

Semua faktor tersebut membuat Inter kerap kehilangan kendali justru saat pertandingan membutuhkan kedewasaan dan ketenangan maksimal.

Januari Jadi Bulan Penentuan bagi Inter Milan

Usai kekalahan dari Bologna, Inter Milan langsung kembali ke Appiano Gentile tanpa waktu untuk berlarut dalam kekecewaan. Moral tim disebut berada di titik rendah, namun kalender yang semakin padat memaksa mereka segera bangkit.

Corriere dello Sport menegaskan bahwa bulan Januari akan menjadi momen krusial untuk mengukur ambisi sebenarnya dari Inter Milan musim ini.

“Ini akan menjadi bulan jawaban atas ambisi nyata Inter.” Tulis media tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*