Marotta Ungkap Proyek Stadion Baru Inter: Rampung 2030, Investasi Capai €1,6 miliar

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengungkapkan rencana besar klub terkait pembangunan stadion baru yang ditargetkan rampung pada tahun 2030.

Proyek ambisius ini diperkirakan menelan biaya hingga 1,6 miliar euro dan akan menjadi simbol era baru bagi Inter dan AC Milan.

Dalam wawancara panjang bersama DAZN, Marotta membahas perjalanan kariernya, tantangan sepak bola Italia, hingga visi masa depan Nerazzurri di level domestik maupun Eropa.

Stadion Baru Inter: Investasi Strategis Jangka Panjang

Marotta menegaskan bahwa pembangunan stadion modern merupakan langkah krusial bagi masa depan klub.

“Akhirnya kami berhasil memulai pembangunan, membuka jalan, membuka sebuah jalur yang akan membawa kami jauh ke depan,” ujar Marotta.

Menurutnya, proyek ini menghadapi banyak rintangan birokrasi, namun kini mulai menemukan titik terang. Stadion baru tersebut akan mengedepankan:

“Jalannya akan penuh liku, karena tidak mudah bertindak di Italia, di mana birokrasi sangat menghambat. Kami memulai era baru ini dengan antusiasme, kami akan memiliki rumah baru. Sangat sulit untuk membeli San Siro, tetapi berkat kegigihan Ralph dan Scaroni, kami akhirnya sampai pada tahap legalisasi,”

“Stadion ini akan sangat modern, dan terutama memenuhi kebutuhan keamanan, kenyamanan, keramahan, hospitality, serta berbagai nilai lainnya,”

Apakah Anda melihat stadion lain di Eropa sebagai referensi?

“Dari sisi desain, saya belum ingin masuk terlalu jauh karena kami masih dalam tahap perencanaan. Akan ada presentasi resmi dengan karakteristik yang jelas. Proyek ini dipercayakan kepada Foster dan Manica, dua ikon arsitektur olahraga, yang akan menerjemahkan pedoman dari kedua pemilik klub. Saya hanya bisa mengatakan bahwa rumputnya tidak akan bisa ditarik seperti di Bernabeu, tetapi teknologi modern memungkinkan penggantiannya dalam satu hari,”

Mengapa di Italia sangat sulit memiliki fasilitas yang fungsional?

“Karena secara politik belum ada sikap tegas untuk mengembangkan sektor ini dalam olahraga nasional. Sekarang, dengan adanya Kementerian Olahraga dan Menteri seperti Abodi, mulai ada dukungan, terbukti dengan penunjukan komisaris khusus stadion. Orang mulai memahami bahwa fasilitas berdampak bukan hanya secara sosial, tetapi juga terhadap ekonomi klub dan olahraga secara umum. Kesulitannya muncul karena beberapa fasilitas seharusnya dianggap sebagai kepentingan nasional, sehingga selain Kementerian Olahraga, juga harus melibatkan Kementerian Infrastruktur. Ketika kita berbicara tentang San Siro dan investasi sekitar 1,6 miliar euro, jelas itu berdampak besar bagi ekonomi negara. Ini bisa membantu mengatasi prosedur lambat yang sering mendapat penolakan di tingkat lokal,”

Sejak di Inter, malam apa yang paling mengharukan?

“Saya sudah merasakannya sejak kecil. Stadion ini adalah ikon Milan sekaligus wadah emosi besar. Nilai kenangan adalah hal yang sangat penting dan harus dijaga. Saya menyaksikan final Liga Champions 1965, itu pengalaman pertama saya di stadion, dan tak terlupakan. Lapangan becek, hari hujan, dan gol yang beruntung. Hal yang sama berlaku untuk momen-momen terbaru, seperti derby bintang kedua April 2024 atau kemenangan atas Udinese di era Conte yang membawa kami juara,”

Apakah San Siro baru berarti era baru bagi Inter dan Milan?

“Tentu saja. Italia sempat stagnan dalam infrastruktur. Dalam 20 tahun terakhir, Eropa membangun atau merenovasi 250 stadion, Italia hanya enam. Stadion adalah jantung klub: rumah bagi fans, pemain, dan manajemen. Ia juga aset penting untuk meningkatkan pendapatan. Inter dan Milan hanya mendapat sekitar 80 juta euro, sementara Real Madrid dan Barcelona 250–300 juta. Kami ingin lebih dari dua kali lipat pendapatan matchday,”

Apakah bursa transfer bisa seperti Real Madrid?

“Kami sedang mengalami kemunduran. Dulu transfer untuk mendatangkan pemain besar, sekarang keuntungan penjualan pemain menjadi kunci laporan keuangan. Di Italia, transfer harus seimbang secara finansial. Kecuali Como dan Fiorentina, klub lain cukup menahan diri. Dibutuhkan visi, kreativitas, dan kompetensi manajer,”

Mengapa berbeda dengan Inggris?

“Di San Siro, fans kesulitan parkir, akses, dan menikmati pertandingan secara nyaman. Fasilitas terbatas, toilet sudah usang. Ini tidak ramah keluarga. Stadion baru akan menyediakan ruang khusus anak-anak dan kenyamanan dasar,”

Apakah Anda menyimpan kenang-kenangan dari San Siro?

“Saya bukan kolektor, tetapi saya menyimpan sepotong rumput setelah Inter vs Udinese yang memastikan Scudetto pertama saya. Itu kenangan berharga,”

Apakah fasilitas memengaruhi kurangnya talenta seperti Yamal di Italia?

“Tentu. Italia kekurangan pusat latihan modern. Berkat Oaktree yang berinvestasi 100 juta euro, kami membeli lahan baru. Fasilitas sangat penting. Bermain di lapangan buruk membuat sulit berkembang,”

Kapan pemain U-23 bisa masuk tim utama?

“Dalam 1–2 tahun kami ingin U-23 berlatih bersama tim utama. Chivu sangat perhatian. U-23 adalah jalur penting untuk pengembangan talenta,”

Apakah U-23 akan dominan saat stadion baru dibuka?

“Kami ingin tim dengan usia rata-rata lebih muda. Chivu dari akademi adalah bukti keberanian manajemen,”

Apakah Chelsea dan Arsenal menjadi contoh?

“Arsenal fokus pada stadion, bukan pasar transfer, dan berhasil. Fokus pada pemain muda adalah bentuk keberlanjutan,”

Bagaimana bekerja dengan pemilik asing?

“Ini realitas. Untungnya. Dana investasi membawa modernitas dan keberlanjutan. Oaktree sangat visioner,”

Sulitkah tetap kompetitif dan berkelanjutan?

“Butuh kompetensi tinggi. Kesuksesan datang dari manajemen yang berkualitas, bukan hanya uang,”

Apakah pemain berubah?

“Sekarang mental sangat penting. Motivasi dan fokus menentukan hasil,”

Pengalaman menjadi presiden Inter?

“Saya merasa sangat bersyukur. Ini pencapaian tertinggi, tapi tetap rendah hati,”

Pesan pertama setelah jadi presiden?

“Saya teringat semua presiden yang pernah bekerja dengan saya. Itu warisan pengalaman,”

Transfer terbaik?

“Pogba. Gratis, lalu dijual 115 juta euro. Tidak akan terulang,”

Apakah Anda percaya takhayul?

“Tidak. Dulu katanya lebih baik negosiasi saat makan malam (tertawa),”

Target Euro 2032?

“Kami ingin stadion siap 2030. Milano harus jadi pusat sepak bola nasional,”

Harapan untuk Timnas Italia?

“Lolos ke Piala Dunia. Banyak anak belum pernah melihat Italia di sana. Ini harus jadi bahan refleksi.”

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*