Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, akhirnya angkat suara soal masa depan talenta muda yang tengah bersinar bersama Club Brugge, Aleksandar Stankovic.
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia via FCInterNews, Marotta menegaskan bahwa klausul buyback yang dimiliki Inter bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari perencanaan strategis jangka panjang klub.
Stankovic Bersinar di Belgia, Inter Siap Pulangkan?
Musim panas lalu, Stankovic dilepas ke Club Brugge dengan nilai transfer sekitar €9,5 juta setelah kesulitan menembus tim utama di San Siro. Namun keputusan itu kini terlihat sebagai langkah cerdas.
Gelandang 20 tahun tersebut tampil impresif musim ini dengan torehan:
- 7 gol
- 4 assist
- 38 penampilan di semua kompetisi
Performa konsisten di liga domestik dan panggung Eropa membuatnya menjadi salah satu pemain paling menonjol di skuad Brugge. Tak heran, Inter memasukkan klausul buyback senilai €23 juta dalam kesepakatan transfer.
Marotta pun menegaskan:
“Dia adalah anak dari klub ini dan tampil sangat baik. Kami memiliki klausul buyback, dan itu bukan dipasang tanpa alasan. Masih terlalu dini membicarakannya sekarang, kami akan mengevaluasi apa yang harus dilakukan,”
“Dia adalah pemain kami, dan saat ini dia sedang menjalani pengalaman yang sangat bagus di liga Belgia maupun di Liga Champions,”
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa pintu kembali ke Inter sangat terbuka, terlebih jika Davide Frattesi benar-benar hengkang musim panas nanti.
Strategi Jangka Panjang Inter: Investasi, Bukan Spekulasi
Marotta juga menyinggung perubahan kepemilikan Inter sejak masuknya Oaktree Capital Management. Menurutnya, dana investasi bukan ancaman bagi identitas klub, asalkan ada komitmen nyata untuk membangun.
“Sejak Oaktree datang, kami berinvestasi. Dalam hal itu, kami merasa beruntung. Saya tidak skeptis terhadap dana investasi, tentu harus ada kemauan untuk membangun, bukan sekadar kepentingan spekulatif.”
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Inter tetap agresif di pasar transfer—namun dengan pendekatan terukur dan berorientasi masa depan.
Serie A Dinilai Mengalami Penurunan
Tak hanya berbicara soal Inter, Marotta juga memberikan evaluasi tajam terhadap kondisi sepak bola Italia secara umum.
“Sepak bola kita sedang mengalami proses penurunan dari segi kualitas, hasil, dan daya tarik.”
Komentar ini muncul setelah kekalahan telak Juventus dari Galatasaray di kompetisi Eropa, mempertegas tantangan besar klub-klub Serie A di panggung kontinental.

Leave a Reply