Marinozzi: “Luis Henrique Bukanlah Dumfries atau Darmian. Tapi Sangat Bagus Dalam Aspek ini”

Luis Henrique didatangkan Inter Milan dengan ekspektasi tinggi, namun sempat terlihat canggung dan kesulitan menemukan peran idealnya.

Seiring berjalannya waktu dan di bawah arahan Cristian Chivu, grafik performanya perlahan menanjak.

Kini, sembari menunggu kembalinya Denzel Dumfries dari cedera, Luis Henrique mulai mendapatkan ruang penting dalam struktur permainan Inter Milan.

Meski bukan pilihan utama sejak awal musim, kontribusinya mulai terasa, meski bukan dalam bentuk yang banyak orang duga.

Bukan Spesialis Dribel, Bukan Mesin Gol dari Sayap

Analis sepak bola, Andrea Marinozzi, memberikan analisis menarik mengenai profil Luis Henrique melalui media sosialnya.

Ia menegaskan bahwa sang pemain bukan winger 1 lawan 1 klasik seperti yang pernah terlihat saat masih membela Botafogo.

Data mendukung pernyataan tersebut. Sepanjang musim ini, Luis Henrique hanya mencoba 10 dribel dan sukses 3 kali, dengan performa terbaiknya terjadi saat melawan Como.

Angka ini jelas menunjukkan bahwa eksplosivitas bukan kekuatan utamanya.

“Luis Henrique bukanlah winger ofensif yang mengandalkan duel satu lawan satu, dan dia bukan pemain seperti yang dulu terlihat di Botafogo. Musim ini ia mencoba 10 dribel dan hanya berhasil 3 kali: satu saat melawan Sassuolo dan dua ketika menghadapi Como, yang menjadi laga terbaiknya,” ujar Marinozzi.

Apakah Luis Henrique Mirip Dumfries?

“Tidak. Dia bukan penyerang yang diubah menjadi pemain sayap seperti Dumfries, yang memiliki angka kehadiran di kotak penalti yang luar biasa,” sambungnya.

Bukan Darmian, Tapi Punya Nilai Unik

Jika bukan Dumfries, apakah ia lebih dekat ke Matteo Darmian sebagai bek sayap defensif? Marinozzi dengan tegas menolak perbandingan ini. Karier Luis Henrique sejak awal tidak pernah menunjukkan DNA bek murni.

“Lalu apakah dia pemain sayap bertipe defensif seperti Darmian? Tidak juga. Rekam jejak kariernya sudah berbicara dengan jelas,”

Namun justru di sinilah letak keunikannya.

Kekuatan Utama Luis Henrique: Manajemen Bola di Bawah Tekanan

Menurut Marinozzi, nilai terbesar Luis Henrique terletak pada kemampuannya mengelola bola, terutama saat Inter berada di bawah tekanan lawan. Aspek ini terlihat sangat jelas dalam laga melawan Lecce baru-baru ini.

Saat beberapa pemain lain, termasuk Diouf kesulitan keluar dari pressing agresif tim asuhan Eusebio Di Francesco, Luis Henrique tampil lebih tenang, rapi, dan efisien dalam sirkulasi bola.

Ia mampu menjadi jalur aman untuk menjaga tempo dan stabilitas permainan.

Data statistik juga menguatkan hal tersebut: tingkat akurasi operan dan keputusan cepatnya membuat Inter tetap cair saat membangun serangan dari sisi sayap.

“Lalu apa fungsi Luis Henrique dalam konteks permainan Inter? Apakah dia benar-benar berguna? Jawabannya: ya. Dia sangat berguna dalam penguasaan bola. Hal itu terlihat jelas terutama saat melawan Lecce, di mana Diouf justru mengalami kesulitan menghadapi tekanan dari tim asuhan Di Francesco. Dalam aspek ini, Luis Henrique sangat baik, dan data juga mendukung hal tersebut.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*