Legenda Inter Milan, Roberto “Bonimba” Boninsegna, memberikan pujian setinggi langit kepada Lautaro Martinez, striker dan kapten Nerazzurri saat ini yang baru saja menyamai rekornya dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.
Dalam wawancara eksklusif bersama La Gazzetta dello Sport, Boninsegna tak hanya mengapresiasi pencapaian Lautaro, tetapi juga menyoroti karakter kepemimpinan sang striker Argentina yang ia sebut sebagai condottiero alias pemimpin sejati di lapangan.
Lautaro Martinez, Kapten dengan Mental Juara
“Dari saya, tepuk tangan besar untuk Lautaro Martinez,” ujar Boninsegna.
“Sebelum menjadi mantan pemain Inter, saya adalah tifosi sejati. Jadi saya hanya bisa bahagia melihat musim luar biasa yang ia jalani, selalu ditandai dengan gol,”
Boninsegna mengaku sudah memprediksi bahwa Lautaro suatu hari akan menyusul namanya di daftar top skor Inter. Namun, ia tak menyangka prosesnya akan berlangsung secepat ini.
“Bisa diprediksi bahwa Toro akan menyamai rekor saya, meski tidak disangka ia melakukannya secepat ini,”
“Lebih baik begitu. Inter sedang melaju seperti lokomotif menuju Scudetto, dan Lautaro adalah kapten yang pantas untuk tim yang begitu tak terbendung. Dia punya karakter pemimpin dan keseriusan untuk membalas kepercayaan rekan-rekannya dengan tindakan nyata,”
“Ia benar-benar memiliki karakter seorang pemimpin dan keseriusan orang yang sadar betapa pentingnya membalas kepercayaan rekan setim dengan bukti nyata,”
Kami Akan Jadi Duet yang Mematikan
Boninsegna juga mengungkapkan bahwa ia sempat bertemu langsung dengan Lautaro di Milan dalam sebuah acara penghargaan. Kesan pertama yang didapatnya pun sangat positif.
“Ya, ya, tepat di Milano. Saya menerima sebuah penghargaan dan di sana juga ada anak Argentina ini yang langsung membuat saya merasa simpati. Saya bisa mengatakan bahwa merupakan sebuah kebanggaan berada di sampingnya dalam daftar prestisius ini, dan saya akui ada sedikit penyesalan karena tidak pernah bermain bersamanya di lapangan, sebab kami pasti akan membentuk duet penyerang yang mematikan,”
Legenda berusia 80-an itu bahkan membayangkan bagaimana duet mereka akan bekerja di atas lapangan.
“Saya akan berdiri di tengah kotak penalti, Lautaro bergerak di sekeliling saya, mencari kombinasi. Saya menciptakan ruang, dia menusuk ke zona gol secara tiba-tiba. Bagi bek lawan, itu mimpi buruk,”
Soal Rekor, Boninsegna Legawa
Lautaro kini tinggal satu gol lagi untuk melewati Boninsegna dan naik ke podium pencetak gol sepanjang masa Inter. Namun, sang legenda sama sekali tak merasa sedih.
“Rekor memang diciptakan untuk dipecahkan,” katanya tenang.
Meski begitu, Boninsegna tetap bangga dengan satu pencapaian pribadi yang masih bertahan: rata-rata gol per pertandingan.
“Saya hanya berada di belakang Giuseppe Meazza dalam hal rasio gol. Meazza 0,7, saya 0,6. Lautaro saat ini 0,46, sama seperti Benito Lorenzi. Itu statistik yang saya ikuti dari situs-situs Inter,”
Baginya, daftar tersebut adalah parade nama-nama besar: Meazza, Altobelli, Nyers, Vieri, Mazzola, Icardi, dan kini Lautaro Martinez.
“Deretan campionissimi. Dan begitulah Inter seharusnya,” tegasnya.
Inter Paling Kuat di Serie A, Siap Hadapi Laga Besar
Menutup wawancara, Boninsegna juga menilai kekuatan Inter musim ini, terutama setelah kemenangan telak atas Sassuolo.
“Di Serie A, kami adalah yang terkuat. Kami akan membuktikannya lagi saat melawan Milan dan Juventus. Liga Champions cerita lain, tapi saya yakin Inter bisa melangkah jauh.”
Menurutnya, atmosfer di ruang ganti Nerazzurri kini sangat ideal untuk menghadapi laga-laga krusial.
“Saya optimistis. Ini Inter yang dewasa, lapar, dan dipimpin oleh seorang kapten sejati.”

Leave a Reply