Lautaro Tak Terbendung: Cetak Rekor Baru Lawan Atalanta, Inter Kokoh di Puncak

Lautaro Martinez kembali membuktikan statusnya sebagai roh Inter Milan.

Golnya ke gawang Atalanta pada pekan ke-17 Serie A 2025-26 bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi juga simbol konsistensi, ketajaman, dan kepemimpinan seorang kapten sejati.

Di Bergamo, sekali lagi, nama Lautaro menjadi pembeda, dan kali ini, ada peran krusial Francesco Pio Esposito di baliknya.

Lautaro vs Atalanta: Lawan Favorit Sang Toro

Atalanta seolah selalu menjadi “kain merah” yang memancing insting predator El Toro.

Gol di laga ini membuat Lautaro kini telah mencetak delapan gol ke gawang La Dea sepanjang karier, dengan total 10 kontribusi gol dalam 13 laga melawan tim asal Bergamo tersebut.

Menurut catatan La Gazzetta dello Sport, angka itu menyamai torehan Lautaro melawan Salernitana, dan hanya kalah dari Cagliari (13 kontribusi gol).

Lebih dari itu, gol ini bernilai strategis: Inter kembali ke puncak klasemen Serie A dengan satu laga lebih sedikit, sebuah hadiah akhir tahun yang sempurna bagi tifosi Nerazzurri.

Deretan Rekor yang Terus Bertambah

Gol di Bergamo juga mempertegas performa luar biasa Lautaro sepanjang 2025:

  • Mencetak gol dalam Empat laga Serie A beruntun, sesuatu yang terakhir kali ia lakukan pada Desember 2021
  • 15 gol Serie A sepanjang 2025, terbanyak bersama Orsolini
  • 166 gol bersama Inter, hanya terpaut lima gol dari legenda Boninsegna
  • Mencetak Delapan gol ke gawang Atalanta sepanjang karier

Angka-angka ini menempatkan Lautaro bukan hanya sebagai striker tajam, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah panjang Inter Milan.

Efek Pio Esposito: Percikan yang Menghidupkan

Namun kemenangan ini tidak berdiri sendiri. Masuknya Francesco Pio Esposito mengubah dinamika laga.

Seperti sebuah pola yang mulai berulang: Thuram keluar, Pio masuk, dan dampaknya langsung terasa. Assist dinginnya kepada Lautaro mengingatkan publik pada skenario serupa di Pisa, dan bukan kebetulan.

Duet Pio-Lautaro atau yang mulai dijuluki “Pi-La”, kini telah dua kali menjadi solusi saat Inter buntu di babak kedua. Sebuah koneksi italo-Argentina yang tampak natural, cepat, dan efektif.

Sinyal dari Liga Champions: Bukan Kebetulan

Jika Cristian Chivu ingin menggali lebih dalam, bukti ketiga sebenarnya sudah ada. Di laga Liga Champions melawan Union Saint-Gilloise, gol kedua Inter kembali dicetak Lautaro yang juga lahir dari assist Pio Esposito.

Saat itu, kemenangan 4-0 mungkin membuat detail ini luput dari sorotan. Kini, dua bulan berselang, benih itu tumbuh menjadi pola yang nyata.

Dua indikasi mungkin masih disebut kebetulan. Tapi ketika mulai konsisten muncul di Serie A dan Eropa, koneksi ini layak dipertimbangkan sebagai senjata taktis baru Inter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*