Lautaro Martinez: “Inter Sangat Berarti Bagi Saya! Bangga Jadi Kapten”

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez kembali menunjukkan sisi emosional dan kepemimpinannya jelang laga panas melawan Juventus pada pekan ke-25 Serie A 2025-26.

Dalam wawancara eksklusif bersama MatchDay Programme resmi klub, striker asal Argentina itu berbicara tentang kedewasaan, arti pengorbanan, hingga kebanggaannya mengenakan ban kapten Nerazzurri.

Lautaro: Dari Pemain Penuh Gairah Jadi Kapten yang Dewasa

Sejak awal karier profesionalnya bersama Racing Club, Lautaro dikenal sebagai pemain penuh determinasi dan agresivitas tinggi. Namun kini, ia merasa telah berkembang jauh lebih matang.

“Semangat juang membantu saya di awal karier. Sekarang saya merasa menjadi pemain yang lebih dewasa, dan bangga menjadi kapten tim sebesar Inter,” ujar Lautaro.

Bagi Lautaro, Inter bukan sekadar klub.

Ia menegaskan bahwa Nerazzurri memiliki arti yang sangat besar bagi hidupnya, baik secara pribadi, karier, maupun keluarganya. Mengenakan ban kapten bukan hanya simbol status, tetapi juga tanggung jawab moral untuk memimpin di dalam dan luar lapangan.

“Klub ini sangat berarti bagi saya dalam hidup, karier, dan keluarga saya,”

“Sacrificio”: Kata yang Membentuk Mentalitas Lautaro

Ketika ditanya tentang kata paling penting dalam hidupnya, Lautaro menjawab tegas: pengorbanan (sacrificio).

Nilai itu ia pelajari dari sang ayah. Tumbuh dalam keluarga sederhana membuatnya memahami arti kerja keras sejak dini.

“Pengorbanan. Ayah saya yang mengajarkannya kepada saya karena saya berasal dari keluarga yang sering hidup dengan keterbatasan, jadi pengorbanan itu sangat penting sekaligus berharga. Lalu, rasa hormat tentu saja merupakan nilai yang sangat mendasar,”

Belajar dari Diego Milito: Kunci Perkembangan Lautaro

Dalam wawancara tersebut, Lautaro juga berbagi pesan untuk pemain muda. Ia menekankan pentingnya mengamati dan mendengarkan.

Saat masih membela Racing, ia banyak belajar dari legenda Argentina, Diego Milito.

“Saya memperhatikan kontrol bola dan pergerakannya. Saya mendengarkan apa yang dia katakan. Mengamati membuat kita berkembang dan belajar banyak hal,”

Metode belajar pasif namun konsisten itu ia lakukan sejak kecil, bahkan kepada sang ayah. Tanpa banyak bertanya, ia menyerap nilai-nilai kehidupan yang kini membentuk karakternya sebagai kapten Inter.

“Saya melakukan hal yang sama sejak kecil juga kepada ayah saya, dan darinya saya belajar begitu banyak tanpa perlu meminta atau menanyakannya secara langsung.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*