Lautaro Martinez Incar Rekor Altobelli Saat Inter Hadapi Cremonese

Lautaro Martinez bersiap menjalani laga spesial saat Inter Milan bertandang ke markas Cremonese di pekan ke-23 Serie A 2025-26, Senin (2/2/2026) pukul 00.00 WIB.

Bagi sang kapten, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga tentang mendekati tonggak sejarah penting dalam perjalanan kariernya bersama Nerazzurri.

Striker berusia 28 tahun itu kini telah mengoleksi 127 gol di Serie A bersama Inter Milan. Ia hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk menyamai legenda klub, Alessandro Altobelli, di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak Inter sepanjang masa di Serie A.

Selangkah Lagi Menuju Sejarah Inter Milan

Jika mampu mencetak gol ke gawang Cremonese, Lautaro akan semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu ikon modern Inter Milan.

Menyamai rekor Altobelli bukanlah pencapaian biasa. Altobelli merupakan simbol kejayaan Inter di era sebelumnya, dan kini Lautaro berada di jalur yang sama untuk masuk jajaran elite pencetak gol klub.

Pencapaian ini juga menjadi bukti konsistensi Lautaro sejak bergabung dari Racing Club hingga menjelma sebagai pemimpin lini depan Nerazzurri.

Cremonese, Lawan Favorit Lautaro Martinez

Secara statistik, Cremonese bisa dibilang sebagai salah satu “korban favorit” Lautaro Martinez.

Dalam tiga pertemuan Serie A melawan klub asal Lombardy tersebut, Lautaro berhasil mencetak Empat gol dan selalu mencatatkan namanya di papan skor.

Catatan impresif ini menjadikan laga kontra Cremonese sebagai peluang emas bagi Lautaro untuk kembali bersinar dan mengejar rekor bersejarahnya.

Striker Paling Lengkap di Serie A Musim Ini

Musim ini, Lautaro Martinez tampil sebagai penyerang paling komplet di Serie A. Berdasarkan data performa, ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak lebih dari satu gol dengan:

  • Sundulan kepala
  • Kaki kiri
  • Kaki kanan

Fakta ini menunjukkan kualitas teknis dan insting golnya yang luar biasa. Lautaro tidak bergantung pada satu cara mencetak gol, melainkan mampu beradaptasi dalam berbagai situasi di kotak penalti.

Kemampuan inilah yang membuatnya menjadi ujung tombak utama Inter di setiap kompetisi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*