Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, menunjukkan sisi emosional dan kepemimpinannya usai membawa Nerazzurri meraih kemenangan 2-0 atas Cremonese.
Dalam laga pekan ke-23 Serie A 2025-26 tersebut, striker asal Argentina itu tak hanya mencetak gol penting, tetapi juga mendedikasikannya untuk sang putri yang sedang berulang tahun, sekaligus mengecam keras insiden flare yang hampir mencederai kiper Cremonese, Emil Audero.
Penampilan impresif Lautaro membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match, sekaligus mempertegas perannya sebagai figur sentral dalam perjalanan Inter musim ini.
Gol Spesial untuk Putri Tercinta
Setelah laga berakhir, Lautaro mengungkapkan makna emosional di balik gol yang ia cetak. Penghargaan Man of the Match dan jersey pertandingan tersebut ia persembahkan khusus untuk sang buah hati.
“Hari ini adalah ulang tahun putri saya. Penghargaan ini (MVP) akan saya taruh di kamarnya. Saya berharap bisa segera pulang ke Milan dan menemuinya sebelum tidur,” ujar Lautaro.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran putrinya telah mengubah hidupnya secara total, menjadi sumber motivasi terbesar dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Peran Bola Mati Kembali Jadi Senjata Inter
Selain membahas momen personal, Lautaro juga menyoroti pentingnya situasi bola mati dalam kemenangan Inter. Golnya berawal dari skema tendangan sudut yang telah dipersiapkan dengan matang.
Menurutnya, tim terus bekerja keras untuk menyempurnakan aspek tersebut, meski masih ada ruang untuk perbaikan.
“Kami terus berlatih situasi bola mati. Kami juga sempat kebobolan dari situasi serupa, jadi harus terus berkembang. Dalam pertandingan ketat, bola mati bisa menjadi pembeda,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan keseriusan Inter dalam memperbaiki detail kecil demi menjaga konsistensi di puncak klasemen Serie A.
Kecam Insiden Flare yang Menimpa Emil Audero
Suasana kemenangan berubah serius ketika Lautaro diminta menanggapi insiden flare yang dilempar ke arah Emil Audero di area penalti Cremonese.
Sebagai kapten, Lautaro menjadi salah satu pemain pertama yang menghampiri Audero untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.
“Hal seperti ini tidak boleh terjadi. Ada risiko besar bagi keselamatan seseorang. Kami juga manusia, memberikan tontonan yang disaksikan di seluruh dunia dan kami harus berhati-hati dengan hal-hal ini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas nama Inter kepada Audero dan seluruh pendukung Cremonese.
“Kami minta maaf kepada Audero, yang pernah bersama kami meraih bintang kedua, dan juga kepada para fans Cremonese. Ini tidak boleh terulang lagi,”
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap profesional dan empati Lautaro terhadap keselamatan di dunia sepak bola.
Tetap Rendah Hati Meski di Puncak Klasemen
Meski Inter tengah memimpin klasemen Serie A, Lautaro menegaskan bahwa timnya belum ingin mengirim pesan apa pun kepada rival.
Menurutnya, fokus utama adalah memperbaiki kekurangan sendiri, terutama setelah performa kurang maksimal di babak kedua.
“Ini bukan pesan untuk liga, tapi untuk kami sendiri. Masih banyak yang harus dibenahi. Liga ini sangat seimbang,” ujarnya.
Sikap rendah hati ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Inter menjaga stabilitas performa sepanjang musim.
Konsistensi Gol dan Motivasi Keluarga
Dalam wawancara terpisah dengan Sky Sport, Lautaro kembali menegaskan bahwa keluarga adalah sumber motivasi terbesarnya.
“Saya bekerja untuk membuat keluarga dan para pendukung bahagia. Saya sudah berjanji mencetak gol di hari ulang tahun putri saya,” katanya.
Meski harus bermain jauh dari keluarga, ia berharap bisa segera pulang dan memberikan ciuman kepada sang putri sebagai hadiah kecil atas gol spesial tersebut.

Leave a Reply