Inter Milan kini memburu gelar ganda domestik, yakni Serie A dan Coppa Italia, setelah tersingkir dari Liga Champions.
Namun, misi tersebut harus dijalankan dalam situasi darurat penyerang.
Tanpa kehadiran Lautaro Martinez yang masih absen, serta cedera terbaru Ange-Yoan Bonny di menit akhir laga kontra Genoa, pelatih Cristian Chivu tidak memiliki banyak opsi.
Pilihannya jelas: mengandalkan duet tersisa, Pio Esposito dan Marcus Thuram untuk dua laga krusial melawan Como di leg pertama Semifinal Coppa Italia dan AC Milan dalam duel Derby pekan ke-28 Serie A 2025-26.
Misi Gelar Ganda: Obat Luka Eropa
Rasa pahit tersingkir lebih awal dari Liga Champions di tangan Bodo/Glimt masih meninggalkan bekas.
Tetapi di Appiano Gentile, target musim ini sebenarnya sudah lama dipatok, yakni mengawinkan Scudetto dengan Coppa Italia.
Target ganda ini menjadi “pembersih noda” paling ampuh atas kekecewaan tersebut.
Secara psikologis, keberhasilan itu akan menegaskan bahwa musim Inter Milan tetap sukses, meski mimpi Liga Champions kandas lebih awal.
Pio Esposito: Dari Talenta Muda Jadi Andalan Utama
Nama Pio Esposito kini bukan lagi sekadar pelengkap skuad. Di usia 20 tahun, ia justru menjelma menjadi tumpuan utama lini depan Inter.
Dengan semangat khas pemain muda, Pio Esposito menghadapi momen-momen besar tanpa beban. Scudetto, Coppa Italia, atau bahkan keduanya sekaligus, baginya semua adalah pengalaman pertama yang luar biasa.
Statusnya di dalam tim terus meningkat dari hari ke hari. Dalam situasi sulit, justru pemain termuda yang menjadi pegangan utama.
Ironisnya, di saat Pio Esposito sedang naik daun, partnernya justru mengalami fase berbeda.
Thuram di Titik Terendah?
Marcus Thuram, yang datang dengan ekspektasi tinggi sejak musim panas 2023, kini tengah menjalani periode paling sulitnya bersama Inter.
Ketajamannya menurun, kontribusinya dipertanyakan, dan kepercayaan dirinya terlihat belum sepenuhnya pulih. Namun dalam kondisi darurat seperti sekarang, ia tetap menjadi opsi utama.
Duel melawan Como dan Milan menjadi panggung pembuktian bagi sang penyerang Prancis.
Ia tak hanya dituntut mencetak gol, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi bagian inti proyek jangka panjang Nerazzurri.

Leave a Reply