Bologna bersiap menghadapi tantangan berat saat berjumpa Inter Milan pada semifinal Supercoppa Italiana 2025-26, Sabtu (20/12/2025) pukul 02.00 WIB.
Menjelang laga krusial tersebut, pelatih Bologna, Vincenzo Italiano melontarkan pernyataan yang menegaskan rasa hormat sekaligus kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan Nerazzurri.
Menurut Italiano, Inter saat ini berada di level tertinggi sepak bola Italia dan datang dengan wajah yang semakin matang, baik dari segi kualitas individu maupun pendekatan taktik.
Inter Versi Terbaru Dinilai Semakin Berbahaya
Dalam konferensi pers jelang laga, Italiano menilai Inter bukan sekadar kuat, tetapi juga terus berevolusi.
Ia menyoroti kemampuan Nerazzurri melibatkan banyak pemain dalam permainan serta fleksibilitas taktik yang membuat mereka sulit ditebak.
“Ini pertandingan satu leg, setelah 90 menit bisa saja berlanjut ke adu penalti. Inter adalah tim yang berbeda, mereka melibatkan banyak pemain dan menawarkan solusi taktik yang beragam. Mereka dihuni para juara dan kami tahu betapa kerasnya laga ini,” ujar Italiano.
Pelatih Bologna itu juga menyinggung laga Inter melawan Liverpool yang diwarnai insiden kontroversial, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi kualitas permainan agresif Inter yang sangat produktif dalam menciptakan peluang.
“Ada insiden yang sangat kontroversial melawan Liverpool, tetapi Inter yang agresif menciptakan banyak peluang. Kami menghadapi salah satu tim terkuat di Italia. Ini akan menjadi ujian yang berat,”
Supercoppa Jadi Ujian Mental dan Taktik Bologna
Italiano menyadari bahwa menghadapi Inter di laga semifinal Supercoppa merupakan tes sesungguhnya bagi Bologna. Namun, ia juga melihat kesempatan besar untuk membuktikan diri di panggung nasional.
Ia menekankan adanya rasa tanggung jawab besar di dalam tim, terlebih karena ini adalah momen langka Bologna bersaing memperebutkan trofi bersama klub-klub elite seperti Napoli, Milan, dan Inter.
“Ada rasa tanggung jawab yang besar, itulah sebabnya kami berusaha mempersiapkan diri dengan baik, juga untuk memberi kebahagiaan kepada presiden yang selalu dekat dengan tim,”
“Ada emosi dan kebanggaan besar bisa bermain untuk trofi ini bersama Napoli, Milan, dan Inter. Kami adalah kuda hitam dan tugas kami adalah membuat mereka kesulitan.”

Leave a Reply