Jelang Cremonese vs Inter, Davide Nicola Sebut Nerazzurri “Tim dari Planet Lain”

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, melontarkan pernyataan menarik jelang laga berat melawan Inter Milan di pekan ke-23 Serie A 2025-26, Senin (2/2/2026) pukul 00.00 WIB di Stadion Giovanni Zini.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan, sang allenatore tak ragu menyebut Nerazzurri sebagai “tim dari planet lain” atau “marziani”, menggambarkan betapa superiornya kekuatan lawan yang akan dihadapi anak asuhnya.

Pertandingan Cremonese vs Inter diprediksi berlangsung sulit bagi tim tuan rumah, terutama mengingat kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal.

Nicola: Inter Punya Kualitas Tak Terbatas

Davide Nicola memilih berbicara blak-blakan soal kekuatan Inter Milan. Menurutnya, tim asuhan Cristian Chivu memiliki kualitas, kedalaman skuad, dan sumber daya yang hampir tak terbatas.

“Tanpa banyak basa-basi, besok kami akan menghadapi tim dari planet lain. Inter bermain sangat bagus dan punya sumber daya yang luar biasa,” ujar Nicola.

Ia juga menyoroti situasi timnya yang tengah kesulitan menemukan solusi di lini serang. Meski kini sudah bisa mengandalkan Djuric dan Youssef Maleh, Cremonese masih kehilangan sejumlah pemain penting.

“Kami sangat sadar pertandingan seperti apa yang menanti kami, apalagi di saat kami sedang mengalami kesulitan dalam menemukan solusi di lini serang. Saat ini saya bisa mengandalkan Djuric dan Maleh,”

“Tetapi di lini tengah saya kehilangan Bondo, Payero, Collocolo, dan Barbieri, sementara di lini depan Moumbagna dan Sanabria juga masih absen,”

Kondisi ini membuat Nicola harus memutar otak untuk meracik strategi terbaik menghadapi sang pemuncak klasemen.

Lawan Tim Besar, Mentalitas Harus Naik Level

Meski sadar akan beratnya tantangan, Nicola menegaskan bahwa menghadapi tim besar seperti Inter justru bisa menjadi sarana membangun mentalitas juara.

Menurutnya, laga-laga seperti ini memaksa pemain untuk tampil lebih fokus, disiplin, dan bertanggung jawab di setiap situasi.

“Pertandingan melawan tim besar bisa membantu membangun mentalitas pemenang karena menuntut konsentrasi maksimal,” tegasnya.

Nicola juga mengingatkan bahwa dalam kariernya, ia tidak pernah mencapai target seperti bertahan di Serie A tanpa melalui fase sulit.

“Saya tidak pernah mencapai target seperti bertahan di liga tanpa melewati masa-masa sulit,”

Pelajaran dari Kekalahan 4-1 di Putaran Pertama Musim ini

Pada pertemuan pertama musim ini, Cremonese harus menelan kekalahan telak 1-4 dari Inter di San Siro. Saat itu, Nicola mengatakan timnya datang untuk “belajar dari yang terbaik”.

Setengah musim berlalu, pengalaman tersebut dinilai sangat berharga.

“Target yang berbeda membuat kemampuan tim juga berbeda. Tapi jika kami bermain rapi, terorganisir, dan ambisius, kami bisa berkembang,” jelas Nicola.

Ia percaya bahwa menghadapi tim elite seperti Inter bisa mempercepat proses pertumbuhan tim.

Kunci Melawan Inter: Presisi dan Kontrol Emosi

Nicola menilai bahwa untuk keluar dari tekanan Inter, timnya harus tampil seimbang antara teknik dan fisik.

“Kami membutuhkan semuanya, baik teknik yang baik maupun kecepatan, tetapi tanpa kehilangan kendali. Dalam beberapa momen, agar bisa langsung siap, kami harus mengisi ruang dengan baik. Jika tidak, Inter bisa melakukan segalanya dengan sempurna. Karena itu, kami harus bermain maksimal, tetapi tanpa berlebihan,”

Kolektivitas atau Individu? Ini Jawaban Nicola

Inter dikenal memiliki banyak solusi taktik dan pemain berkualitas di setiap lini. Ketika ditanya apakah Cremonese perlu mengandalkan permainan kolektif atau individu, Nicola menjawab diplomatis.

“Keduanya penting. Yang satu tidak meniadakan yang lain. Inter adalah yang terbaik, dan kami harus punya ambisi untuk menunjukkan keberanian.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*