Performa Inter Milan tengah menjadi sorotan. Setelah sempat melaju nyaman di puncak klasemen, kini Nerazzurri justru menunjukkan tanda-tanda penurunan, terutama dari sisi fisik.
Laga kontra Fiorentina pekan lalu di Stadion Artemio Franchi menjadi bukti nyata bahwa mesin tim mulai kehilangan tenaga di momen krusial musim.
Dari Dominasi ke Tekanan: Keunggulan Mulai Tergerus
Beberapa pekan lalu, Inter Milan tampak tak tersentuh dalam perburuan gelar Serie A.
Bahkan, mereka sempat unggul jauh dari rival-rivalnya seperti AC Milan dan Napoli. Namun, situasi berubah drastis.
Dalam Tiga pertandingan terakhir, Inter Milan hanya mampu meraih Dua poin. Sebaliknya, Milan mengoleksi Enam poin, sementara Napoli tampil sempurna dengan sembilan poin. Hasil ini membuat persaingan Scudetto kembali terbuka lebar.
Krisis Fisik Jadi Sorotan Utama
Menurut analisis Jurnalis Alberto Polverosi di Corriere dello Sport, masalah utama Inter Milan saat ini terletak pada kondisi fisik pemain.
Gejala tersebut terlihat jelas di babak kedua saat melawan Fiorentina. Inter tampak kehilangan ritme, kurang agresif, dan terlihat “berat” dalam bergerak. Bahkan, mereka nyaris kalah dalam laga tersebut.
Tak hanya itu, dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Inter gagal meraih kemenangan. Lebih mengkhawatirkan lagi, lini serang yang sebelumnya tajam kini tumpul, dan hanya mencetak Dua gol dalam 360 menit terakhir.
Absennya Lautaro dan Penurunan Lini Serang
Kehilangan Lautaro Martinez memang memberikan dampak signifikan. Namun, secara kualitas, Inter masih memiliki opsi seperti:
- Marcus Thuram
- Francesco Pio Esposito
- Ange-Yoan Bonny
Sayangnya, selain Esposito, para pemain ini dinilai belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa masalah utama Inter adalah kebugaran tim secara keseluruhan.
Kalender Jadi Penentu Nasib
Kini, perhatian beralih ke jadwal pertandingan yang bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar.
Setelah jeda internasional Maret ini, duel panas akan tersaji saat Napoli menghadapi AC Milan di Stadion Stadio Diego Armando Maradona.
Sementara itu, Inter akan menghadapi AS Roma sehari sebelumnya, laga yang wajib dimenangkan untuk menjaga posisi di puncak.
Menariknya, berbeda dengan musim-musim sebelumnya, tidak ada gangguan dari kompetisi Eropa di fase akhir musim ini. Artinya, fokus penuh akan tertuju pada Serie A.
Inter Masih Favorit, Tapi…
Meski sedang menurun, Inter tetap dianggap memiliki skuad paling lengkap di Serie A. Namun, keunggulan tersebut kini tidak lagi terasa “aman” seperti sebelumnya.
Jika kondisi fisik tidak segera membaik, keunggulan kualitas bisa saja tertutupi oleh konsistensi rival.

Leave a Reply