Laga panas Inter Milan vs Juventus akhir pekan ini bukan sekadar duel klasik Serie A. Ada cerita emosional dan ambisi besar yang menyertainya.
Luciano Spalletti kembali ke San Siro, stadion yang pernah menjadi rumahnya, namun kali ini sebagai pelatih Juventus.
Tujuannya jelas, yakni mengamankan tiket Liga Champions untuk Bianconeri.
Spalletti vs Inter: Pertemuan Sarat Makna
Luciano Spalletti pernah menangani Inter Milan pada periode 2017 hingga 2019. Meski tidak meraih trofi besar, ia berhasil membawa stabilitas dan mengantar Nerazzurri finis di posisi empat pada musim terakhirnya, capaian penting saat itu.
Namun kerja sama tersebut berakhir pada 2019.
Tujuh tahun berselang, Spalletti kembali ke San Siro. Bedanya, ia kini berdiri di sisi lawan sebagai arsitek Juventus. Dan laga ini bisa menjadi momen krusial dalam perjalanan musim Bianconeri.
Juventus di Bawah Spalletti: Stabil, Tapi Belum Aman
Spalletti resmi mengambil alih Juventus pada Oktober lalu, menggantikan Igor Tudor. Sejak kedatangannya:
- Juventus hanya kalah dua kali di Serie A
- Performa tim relatif konsisten
- Struktur permainan lebih solid dan terorganisir
Namun, stabilitas saja belum cukup.
Juventus saat ini memiliki poin yang sama dengan Roma di posisi kelima, membuat persaingan empat besar semakin ketat. Satu kesalahan bisa berakibat fatal dalam perebutan tiket Liga Champions.
Target Realistis: Top Empat
Dengan jarak yang sudah cukup jauh dari puncak klasemen, Juventus praktis mengalihkan fokus sepenuhnya pada mengamankan posisi empat besar.
Menariknya, target tersebut identik dengan pencapaian terakhir Spalletti bersama Inter pada 2018/19. Kini, sejarah seolah berulang, hanya saja dengan warna hitam-putih.
Jika berhasil membawa Juventus finis di zona Liga Champions, Spalletti akan dianggap sukses menjalankan misi penyelamatan musim ini.
Inter di Pihak Lain: Ancaman Serius
Di sisi lain, Inter tetap menjadi kekuatan besar di Serie A. Bermain di kandang sendiri, mereka tentu tidak ingin memberikan keuntungan kepada rival klasiknya.
Inter memiliki:
- Kedalaman skuad yang solid
- Organisasi permainan matang
- Motivasi tinggi menghadapi Juventus
Artinya, Spalletti harus meracik strategi sempurna untuk membawa pulang hasil positif.

Leave a Reply