Inter Milan benar-benar menunjukkan statusnya sebagai kandidat kuat Scudetto musim ini.
Bertandang ke markas Sassuolo di pekan ke-24 Serie A 2025-26, Nerazzurri tampil tanpa ampun dan menang telak 5-0, sebuah kemenangan “manita” yang menegaskan dominasi pasukan Cristian Chivu.
Laga ini menjadi panggung sempurna bagi Inter: gol bersejarah Lautaro Martinez, gol perdana Manuel Akanji dan Luis Henrique, serta hattrick assist Federico Dimarco yang tampil luar biasa dari sisi kiri.
Start Panas, Inter Selamat dari Gol Kilat
Sassuolo sebenarnya hampir mencetak gol saat laga baru berjalan satu menit. Koné lolos dari kawalan dan melepaskan tembakan melengkung yang sudah melewati Yann Sommer.
Namun, Federico Dimarco melakukan penyelamatan krusial di garis gawang, momen yang mengubah arah pertandingan.
Tak lama berselang, Inter mulai mengambil alih kendali. Luis Henrique mengancam lewat tembakan jarak dekat, sebelum akhirnya Nerazzurri membuka keunggulan di menit ke-11. Berawal dari sepak pojok Dimarco, Yann Bisseck menyundul bola dengan sempurna untuk membawa Inter unggul 1-0.
Dimarco Jadi Otak Serangan, Thuram Akhiri Puasa Gol
Dominasi Inter semakin terasa. Dimarco nyaris mencetak gol langsung dari tendangan bebas setelah melihat kiper Sassuolo, Arijanet Muric, terlalu maju. Sayang, bola hanya membentur mistar.
Gol kedua akhirnya datang di menit ke-28. Lagi-lagi Dimarco menjadi kreatornya, mengirim umpan silang akurat yang disambar Marcus Thuram dari jarak dekat. Gol ini mengakhiri puasa gol Thuram di Serie A yang berlangsung selama sebulan.
Sassuolo sempat mencetak gol jelang turun minum melalui Thorstvedt, namun dianulir VAR karena Laurienté lebih dulu berada dalam posisi offside pada awal proses serangan.
Lautaro Ukir Sejarah, Sassuolo Mulai Runtuh
Babak kedua baru berjalan lima menit ketika Lautaro Martinez mencetak gol istimewa. Menerima bola hasil sapuan buruk, sang kapten mengontrol dengan dada lalu menyelesaikannya dengan tembakan first-time ke gawang.
Gol tersebut membuat Lautaro menyamai torehan Boninsegna dan kini menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Inter Milan, sebuah momen bersejarah di musim yang sudah istimewa.
Petaka Sassuolo berlanjut. Di menit ke-53, Manuel Akanji mencetak gol perdananya bersama Inter lewat sundulan bebas dari sepak pojok Dimarco. Protes keras Matic atas gol tersebut justru berujung kartu merah, membuat Sassuolo bermain dengan 10 orang.
Gol Indah Luis Henrique Tutup Pesta
Dengan keunggulan jumlah pemain, Inter semakin leluasa. Muric beberapa kali membuat blunder, dan puncaknya terjadi di menit ke-89. Salah membaca bola, kiper Sassuolo keluar dari sarangnya, memberi kesempatan Luis Henrique mencetak gol indah lewat half-volley dari sudut sempit. Gol ini menjadi gol pertama sang winger bersama Inter.
Inter nyaris mencetak gol keenam di masa injury time, namun sundulan Akanji berhasil dibuang di garis gawang oleh Koné.
Statistik Bicara: Inter Tak Terbendung
Kemenangan ini membuat Inter meraih 10 kemenangan dari 11 laga terakhir Serie A, sebuah catatan luar biasa yang menegaskan konsistensi dan kedalaman skuad Chivu, meski tanpa Barella, Calhanoglu, dan Dumfries.
Lebih dari sekadar skor besar, kemenangan 5-0 atas Sassuolo menunjukkan bahwa Inter Milan kini bukan hanya menang, mereka menang dengan gaya, efisiensi, dan mental juara.
Jika ini yang disebut “masuk gigi lima”, Serie A patut waspada. Nerazzurri sedang melaju kencang.
Tambahan 3 poin memantapkan posisi Inter di puncak klasemen dengan raihan 58 angka.
Susunan Pemain
SASSUOLO (4-3-3): 49 Murić; 6 Walukiewicz, 21 Idzes, 80 Muharemović, 3 Doig (70′ 23 Garcia); 42 Thorstvedt, 18 Matić, 90 Koné; 10 Berardi (59′ 35 Lipani), 99 Pinamonti (70′ 8 Nzola), 45 Laurienté (59′ 25 Coulibaly).
Pelatih: Fabio Grosso
INTER (3-5-2): 1 Sommer; 31 Bisseck, 25 Akanji, 95 Bastoni (63′ 36 Darmian); 11 Luis Henrique, 8 Sučić, 7 Zielinski (63′ 16 Frattesi), 22 Mkhitaryan (70′ 17 Diouf), 32 Dimarco; 10 Lautaro (76′ 94 Esposito), 9 Thuram (76′ 14 Bonny).
Pelatih: Cristian Chivu.

Leave a Reply