Inter Milan tak mau mengambil risiko sekecil apa pun jelang laga play-off Liga Champions 2025-26 melawan Bodo/Glimt.
Menurut laporan Sky Sport Italia, demi menghadapi tantangan unik di Norwegia, skuad asuhan Cristian Chivu memilih berlatih di Interello menggunakan lapangan sintetis modern guna beradaptasi dengan kondisi yang akan mereka temui di Aspmyra Stadion.
Langkah ini menegaskan keseriusan Nerazzurri menyambut leg pertama babak knockout playoff yang dijadwalkan kick off pada Kamis (19/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Adaptasi Jadi Kunci: Tantangan Lapangan Sintetis di Norwegia
Pertandingan nanti tidak hanya soal kualitas teknis atau pengalaman di Eropa. Bermain di Aspmyra Stadion berarti menghadapi lapangan sintetis — permukaan yang secara signifikan memengaruhi pantulan bola, kecepatan permainan, hingga risiko cedera.
Bagi tim Italia yang terbiasa bermain di rumput alami, ini adalah variabel penting.
Karena itulah Inter tidak berlatih di Pinetina seperti biasa. Sesi latihan pagi dipindahkan ke Interello, fasilitas dengan lapangan sintetis berstandar tinggi. Tujuannya jelas: mempercepat proses adaptasi agar para pemain tidak “kaget” saat menginjakkan kaki di Norwegia.
Chivu memahami bahwa detail kecil bisa menentukan hasil besar di fase gugur.
Waspada Kejutan: Bodo/Glimt Bukan Lawan Sembarangan
Meski secara kualitas dan pengalaman Inter Milan lebih difavoritkan, meremehkan Bodo/Glimt bisa menjadi kesalahan fatal.
Klub Norwegia itu telah mencatat beberapa hasil sensasional di fase liga, termasuk kemenangan atas Atletico Madrid dan Manchester City. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar kuda hitam.
Bermain di kandang sendiri dengan dukungan fanatik serta kondisi lapangan yang tidak biasa memberi keuntungan psikologis sekaligus teknis bagi tuan rumah.
Inter harus siap menghadapi intensitas tinggi, pressing agresif, serta tempo cepat yang sering menjadi ciri khas tim-tim Skandinavia di kandang.
Misi Penebusan Chivu di Eropa
Musim ini, Chivu gagal membawa Inter finis di delapan besar fase liga Liga Champions, sesuatu yang sebelumnya mampu dicapai pendahulunya. Alhasil, Nerazzurri harus melalui jalur playoff untuk melaju ke 16 besar.
Situasi ini menambah tekanan sekaligus motivasi.
Chivu dituntut membuktikan bahwa proyek barunya tetap kompetitif di Eropa. Latihan khusus di Interello menunjukkan pendekatan pragmatis dan fokus terhadap detail, kualitas penting dalam sepak bola level elite.
Jika mampu melewati ujian di Aspmyra dengan hasil positif, Inter akan berada di posisi sangat menguntungkan untuk leg kedua.

Leave a Reply