Musim Inter Milan memasuki fase paling menentukan. Meski kalender baru menunjukkan pergantian tahun masih di depan mata, bagi Nerazzurri “Januari neraka” justru dimulai sejak Desember.
Jadwal padat dan lawan-lawan berat menanti pasukan Cristian Chivu, dengan taruhan besar di Serie A dan Liga Champions.
Sorotan ini kembali diangkat La Gazzetta dello Sport, yang menekankan betapa krusialnya periode satu bulan ke depan bagi ambisi Inter musim ini.
Atalanta Jadi Titik Awal Ujian Besar
Ujian pertama datang pada 29 Desember, ketika Inter bertandang ke Gewiss Stadium untuk menghadapi Atalanta pada pekan ke-16 Serie A.
Laga ini berlangsung hanya Dua hari sebelum pergantian tahun, sekaligus menjadi pembuka rangkaian pertandingan super padat yang akan menguji kedalaman skuad Inter.
Pertandingan melawan Atalanta bukan sekadar laga Serie A biasa, melainkan tolok ukur kesiapan mental dan fisik Inter menghadapi periode paling melelahkan musim ini.
Delapan Laga dalam Sebulan, Tak Ada Ruang Bernapas
Setelah duel kontra Atalanta, Inter akan menjalani Delapan pertandingan hanya dalam satu bulan (Januari 2026), terbagi di Dua kompetisi besar, Serie A dan Liga Champions.
- Bologna (5/1/25)
- Parma (8/1/25)
- Napoli (12/1/25)
- Lecce (15/1/25)
- Udinese (17/1/25)
- Arsenal (21/1/25)
- Pisa (24/1/25)
- Borussia Dortmund (29/1/25)
Misi Liga Champions: Hentikan Tren Negatif
Sorotan terbesar tertuju ke Liga Champions. Inter tercatat kalah dalam dua laga terakhir di kompetisi elite Eropa tersebut.
Januari nanti akan menjadi momen krusial untuk mengunci tiket ke babak 16 besar, dimulai dengan menjamu Arsenal di Giuseppe Meazza, lalu menghadapi Borussia Dortmund di atmosfer intimidasi, Signal Iduna Park.
Dua laga ini bisa menjadi pembeda antara musim Eropa yang sukses atau mengecewakan.
Serie A: Wajib Menang di Laga Besar
Di Serie A, tantangan tak kalah berat. Inter akan menghadapi dua rival langsung dalam perebutan papan atas, yakni Bologna dan Napoli.
Statistik saat ini belum berpihak kepada Nerazzurri: dari sejumlah laga besar musim ini, Inter baru meraih satu kemenangan, yakni saat menghadapi AS Roma.
Data tersebut menegaskan satu hal: Inter harus mematahkan tabu buruk di laga besar jika ingin tetap kompetitif dalam perburuan Scudetto.
Chivu dan Ujian Kedalaman Skuad
Bagi Cristian Chivu, periode ini akan menjadi ujian kepemimpinan sejati. Rotasi, manajemen energi, serta ketepatan membaca momentum akan sangat menentukan.
Dengan jadwal sepadat ini, Inter tak hanya butuh kualitas pemain inti, tetapi juga kontribusi nyata dari lapis kedua.
Keputusan teknis yang tepat dalam satu bulan ke depan bisa membentuk arah musim Inter secara keseluruhan.

Leave a Reply